Menyemai Cinta Ketaatan
Mudah-mudahan Allah SWT yang Maha Mengetahui siapa diri kita yang sebenarnya, menolong kita agar dapat mengetahui kekurangan yang harus diperbaiki, menunjuk jalan yang harus ditempuh dan memberikan kurnia berupa semangat yang tidak pernah pudar sehingga kita tidak dikalahkan oleh kemalasan, tidak dikalahkan oleh kebosanan dan tidak dikalahkan oleh hawa nafsu.
Mudah-mudahan pula warisan terbaik diri kita yang dapat diwariskan kepada keluarga, keturunan dan lingkungan adalah keindahan akhlak. Kerana ternyata keislaman seseorang tidak diukur oleh hebatnya pembicaraan. Kedudukan di sisi Allah SWT tidak juga diukur oleh kekuatan ibadahnya semata. Tapi semua kemuliaan seorang yang paling benar Islamnya, yang paling baik imannya, yang paling dicintai oleh Allah SWT dan yang akan menemani Rasulullah SAW ternyata sangat khas, iaitu orang yang paling bertaqwa kepada-Nya. Orang yang mulia akhlaknya, taat beribadah dan ikhlas.
Allah SWT menciptakan jin dan manusia kemudian memerintahkan mereka untuk taat, bukan kerana Allah SWT memerlukan ketaatan makhluk-Nya. Sungguh, semua perintah dari Allah SWT adalah kurnia agar kita menjadi terhormat, mulia dan boleh kembali ke tempat asal kita iaitu syurga. Allah SWT Maha Mengetahui bahawa kita memiliki kecenderungan untuk lebih ringan kepada hawa nafsu dan lebih berat pada ketaatan. Oleh kerana itu, jika kita mendapat perintah dari Allah SWT dalam bentuk apa pun, si nafsu ada kecenderungan berat untuk melakukannya bahkan tak segan-segan untuk menolaknya.
Mengambil Kemanisan Dalam Kesulitan
Kelemahan jiwa manusia selalu saja terjadi disaat, bencana. Karena itu jiwa harus diberi kakuatan baru pada saat berada dalam kesulitan. Bila tidak, jiwa akan dipenuhi keputusasaan dan dapat menghancurkan diri sendiri. (Ahmad Bin Yusuf)
Kesulitan dapat menghampiri kita dalam wujud apapun. Dalam bentuknya yang amat pahit, dalam lukanya yang amat perih, dalam gempurannya yang amat dahsyat. Cuma kita yang tahu, bagaimana kelamnya kesulitan-kesulitan itu. Cuma kita yang tahu, bagaimana kesulitan yang terasa seperti tak terperi, demikian menghempas kita. Karena luka yang mendatangi kita itu, hanya kita yang benar-benar “mengerti”. Sendiri. namun bahwa manusia mempunyai daya tahan yang luar biasa, itupun kita pahami, bahkan ditangah-tangah kesulitan itu, kita justru bisa terilhami darinya kita dapat mengambil manisnya hidup darinya, kita sebenarnya punya potensi untuk berhasil bertahan dari kesulitan yang bagaimanapun, yang seperih apa pun, bahkan kita punya potensi untuk mengambil inspirasi dan kemanisan darinya. Hingga, titik baliknya bukanlah pada seberapa dahsyatnya kesulitan itu, namun bagaimana kita mampu menjadikannya inspirasi ketegaran, inspirasi kemajuan dan inspirasi kekuaatan. Tapi itu semua tentu tidak mudah , namun itu bukanlah hal yang mustahil yang dapat kita wujudkan.
Harus kita sadari bahwa realitas hidup yang kita jalani ini adalah pergulatan menghadapi kesulitan. Tak seorangpun yang bisa lepas darinya, karena ia telah menjadi milik kita semua, kesulitan adalah sunnatullah, yaitu suatu hukum yang telah ditetapkan Allah secara permanen. Rela atau terpaksa, mau atau tidak, kita pasti akan menghadapi kesulitan tersebut, dengan berbagai tingkatan dan bobotnya yang berbeda. Allah telah gariskan hal itu dalam firmannya
“ dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (QS Al-baqarah (2) ayat 155)
“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, Padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, Sesungguhnya pertolongan Allah itu Amat dekat.” (QS Al-baqarah(2) ayat 214)
Secara lahiriyah setiap orang pasti membenci kesulitan dan merindukan kemudahan. Karena itulah fitrah kita. Apalagi kesulitan itu sering kali mewariskan kegetiran, penderitaan serta rintihan yang menjemukan dan menyiksa. Namun jika kita mau menggunakan akal dan kesadaran kita, sesungguhnya dibalik kesulitan yang kerap kita pandang dari sisi negative itu , tersimpan kasih sayang Allah SWT pada kita.
Yang Terhimpun Di Jalan Ini
Himpunan paling indah dimana setiap orang yang menjadi bagian dari himpunan ini, merasakan sebuah kanikmatan yang tidak akan pernah dirasa oleh orang -orang yang menjadikan hidupnya sebagai tujuan utama. Mereka yakni orang-orang yang terhimpun Dijalan-Nya akan merasakan bagaimana sebuah kemanisan didalam setiap derap langkahnya karena setiap langkah yang ia ambil bersama orang-orang yang yang mengingatNya atas petunjuk dan bimbinganNya, serta curahan Keridhoan selalu tersirat menyingkap makna kebahagiaan hidup mereka. walaupun secara kasat mata orang-orang yang Terhimpun dijalanNya harus berjuang keras, kadang tetes air mata harus membasahi pipi, kadang hati terasa disayat, celaan, hinaan, cacian , makian , keterasingan dari khalayak ramai, luka fisik dan penolakan yang berulang kali.
Tapi itu semua hanyalah bak cubitan dunia saja , karena mereka tahu jika mereka mampu melewati itu semua dan keridhooan Allah menyertai mereka , balasan yang luar biasa telah menanti mereka. Himpunan orang-orang yang terus berada dijalannya akan mewarnai keindahan artistik kehidupan manusia, keindahan itu adalah kelahiran seni amal ilahiyah, yang akan membuat mata orang-orang yang tak ada keyakinan padaNya akan tercengang menyaksikannya, karena keindahan itu tak akan
Episode Kehidupan Kita
Waktu terus berlalu dan silih bergantinya sebuah roda kehidupan terus berputar seakan tidak akan ada hentinya. yaaa, kehidupan yang kita jalani saat ini dan insyaallah saat nanti juga, adalah sebuah rangkain episode kehidupan kita yang akan menjadi sebuah rajutan perjalanan hidup. susah, senang, sedih, tertawa, kesakitan, keluh kesah, marah, benci, sayang dll itu semua adalah permata ketidak jenuhan kita terhadap kehidupan, kadang kebergantian itu semua memang dipergilirkan Allah untuk kita, supaya kita dapat merasakan berbgai macam rasa yang ada dikehidupan ini dan semua rasa itu diputarkan Allah kepada kita supaya kita dapat mensyukuri semua nikmat yang Allah berikan kepada kita. karena kebiasaan kita, kita tidak dapat merasakan nikmat tatkala kita belum merasakan hal sebaliknya. hari yang kita lalui hari ini adalah sebuah episode yang sedang kita jalankan , maka rasullullah saw mengingatkan kepada kita ,
“barang siapa yang pada hari ini lebih baik dari pada hari kemarin maka dia termasuk orang yang beruntung, sedang barang siapa yang pada hari ini sama dengan hari kemarin maka dia termasuk orang yang rugi dan barang siapa yang pada hari ini lebih buruk dari pada hari kemarin maka dia termasuk orang yang terlaknat”.
lalu dimanakah kita sekarang?. jadikanlah hari ini adalah episode kebaikan yang di waktu ini juga kita mempersiapkan diri untuk berusaha turut ikut serta dalam semua hal kebaikan yang dapat kita lakukan , jadikan hari ini, hari dimana kita membekaskan jejak kebaikan pada zaman ini yang dapat ditiru oleh generasi yang sedang tumbuh mempersiapkan bait episode kehidupan mereka, agar kekosongan episode kehidupan mereka yang akan datang diwarnai dengan warna tauladan kebaikan bukan hal-hal yang tiada gunanya.
Bedanya Mati di Beverly Hills dan di Gaza
REPUBLIKA.CO.ID (13-02-2012), JAKARTA — Tulisan berikut ini ditulis Laura Stuart, seorang Muslimah dan ibu rumahtangga bercadar di Finchley, London, yang pada Mei 2010 lalu naik kapal Mavi Marmara menuju Gaza untuk membawa bantuan kemanusiaan.
“Dunia mungkin sedang digemparkan oleh berita kematian penyanyi Whitney Houston. Media mempublikasikan secara besar-besaran berita kematian Houston dan mungkin hampir semua media memasang berita ini sebagai headline.
Intinya, semua orang mengetahui bahwa Whitney Houston telah meninggal di sebuah kamar hotel di Beverly Hills. Dan ucapan belasungkawa pun seolah mengalir tanpa henti.
Itulah yang terjadi di Los Angeles (LA), Amerika Serikat. Di tempat lain, sekitar 7.591 mil jaraknya dari LA, tepatnya di Gaza, kondisi serupa juga terjadi.
Namun untuk kasus yang ini, media tidak membuatnya menjadi berita besar. Kematiannya seakan hanya dipandang sambil lalu. Tidak ada perhatian sebesar kematian Whitney Houston karena dia dianggap hanyalah orang biasa.
Lihat saja bagaimana BBC menuliskan dua berita ini dalam laporannya. Judul berita kematian Houston yang menjadi headline ditulis dengan sangat jelas: “Kematian Whitney Houston Mengejutkan Dunia Musik”.
Sementara berita kematian Abd Al Kareem Al Zaitouna, 71, di Gaza akibat serangan udara Israel yang sebenarnya lebih memilukan, hanya mendapatkan judul seadanya: “Satu Orang Terbunuh dalam Serangan Udara Israel”.
Bagi BBC dan sebagian besar pembacanya, Abd Al Kareem Al Zaitouna hanyalah orang biasa. Dia tidak lebih dari angka statistik dan bagi Israel, Kareem adalah seorang teroris. Tetapi siapakah ia sebenarnya?
Termasuk Diri Apa Kita ….?
setiap mata orang akan memandang kita, ber irikan kebaikan dan selalu dapat menjadi sebuah tauladan dalam melakukan kebaikan. Sehingga kelak ia menjadi cinderamata masa depan yang disisinya selalu tergoreskan tauladan yg baik yang dapat dicontoh dan bahkan dapat dijadikan warisan berharga dari masa ke masa, walaupun raganya telah tergeletak didalam tanah teruraikan oleh belatung tanah, tapi cindramata itu tetap hidup dihati para penerus kebaikan yang selalu meng estafetkan tauladan mulia lagi berguna. Hal itu akan dapat terwujud jika kita
dibiarkan-Nya kita sakit, bukan karna Dia Hendak menyakiti hambanya, tetapi Dia hendak memuliakannya. karena begitulah masakan Allah, jika masakan itu berbumbu manis semua maka tidak enak rasanya, dan kalau bumbu itu garam semua pun juga tidak enak rasanya , yang enak itu campuran dari itu semua, maka Allah pergilirkan kesulitan diatas kemudahan, kesakitan diatas kesenangan,itu semua diberikan Allah agar manusia mengarungi kehidupan dengan enak rasanya. Hal itu akan dapat kita rasakan jika kita termasuk
kedamaian hati, keluhuran budi , ketentraman hidup dan kemudahan menghadapi cobaan adalah suatu hal yang di idam-idamkan oleh semua manusia , dengan penuh keberjuangan yang sangat, manusia menginginkan meraih itu semua dalam rangka supaya kehidupannya dapat terjalin dengan penuh keindahan , tetapi semuanya itu sebenarnya dapat kita dapat, kita temui dan akan kita rasakan didalam setiap kehidupan seseorang jika dia
Penuhi Hari Dengan Makna
Ya Allah, gantikanlah kepedihan ini dengan kesenangan, jadikan kesedihan itu awal kebahagian, dan sirnakan rasa takut ini menjadi rasa tentram, dinginkan panasnya kalbu dengan salju keyakinan, dan padamkan bara jiwa dengan air keimanan. sirnakan keraguan terhadap fajar yang pasti datang dan memancar terang, dan hancurkan perasaan yang jahat dengan secercah sinar kebenaran dan sirnakan dari kami rasa sedih dan duka, dan usirlah
kegundahan dari jiwa kami semua. (DR ‘Aidh Al-Qarni)
Hari begitu cepat berlalu, maka pada hari itu pula waktu kita hidup didunia terkikis. Usia , fisik, jiwa, kekuatan dan semuanya seolah hanya sebuah bunga dari kehidupan yang akan kita lalui, buanga yang pada saatnya merekah begitu indah dan menyenangkan pemilik dan orang yang melihatnya tetapi disamping itu bunga yang mekar itu takkan bertahan lama, lambat laun, terurailah keindahannya, terputuslah kekaguman orang dan akhirnya layu berguguran semerbak keindahannya. Begitu pula manusia dengan umur yang telah diberikan Allah kepadanya setiap detik, menit ,jam,bulan dan tahun semua pergantian itu akan membawa manusia dan umurnya menuju kemekaran nya. Tetapi setelah itu massa tua mengelayuti , menyampaikan sebuah berita bahwa kemekaran yang kita idamkan dan banggakan telah pudar terurai. Maka pantaskah kita dengan umur yang setiap detik yang diberikan Allah ini akan kita gunakan dengan sesuatu kegunaan yang menyiakan makna, tanpa arti , tanpa manfaat, tanpa serangkain kesejukan hidup, pantaskah setiap waktu kita gunakan untuk mengeluh, pantaskah kita gunakan untuk melukai hati saudara kita, pantaskah kita gunkan untuk menuntut sesuatu yang tiada gunanya dan apakah pantas kita gunakan untuk membunuh harapan orang yang selalu ingin mewujudkan asanya. Pantaslah untuk kita terus membenahi diri , merajut sulaman-sulaman yang akan membawa kepada arti hidup.
Seorang Ibu Itu Sebuah Dunia Berjuta Cinta (Memperingati Hari Ibu..)
“dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. jika salah seorang di antara keduanya atau Kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, Maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya Perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka Perkataan yang mulia
dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil”. (QS al-isra’ (17) ayat 23-24)
“dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam Keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun[1180]. bersyukurlah kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.” (QS al-luqman (31) ayat 14)
Seorang ibu dalam kenyataan sehari-hari—nyaris menjadi sebuah hal yang biasa saja. Di sekeliling kita tetangga –tetangga , teman-teman sekantor, sanak family selalu kila dapatkan sesosok seorang ibu. Nothing special (tidak ada yang special). Ibu ada di mana-mana. Semua begitu rutin begitu biasa. Bahkan, tak pernah terpikirkan oleh kita ada yang istimewa saat sarapan terhidang di meja. Mungkin sekaranglah saat untuk bertanya. Benarkah itu semua biasa saja? Benarkah kehadiran ibu tak istimewa , Adakah ibu pernah bercerita, siapa yang ada dibalik senyumnya itu? Kiranya ibu pun tak pemah menganggap dirinya istimewa. Memang biasa saja. Semua dijalaninya sebagai suatu ketetapan Allah yang diterima dengan penuh ridha. Namun, justru di situlah nilai lebihnya. Di keridhaannya yang menumbuhkan energi pembangkit kehidnpan Di keluasan hatinya yang selalu menyemaikan harapan …. Sepintas semna mamang tampak biasa saja. Namun, ada yang begitu istimewa, nun di kedalaman hati ibnnda yang hanya dapat terjangkau oleh mereka-mereka yang bersedia meluangkan sedikit waktu untuk memahami arti cinta.
SEHELAI SELENDANG KASIH yang disematkan kepada kita disaat malam menjelang makin kelam menyelimuti makhluk-makhluk Allah yang baru saja seharian memenuhi kehidupan
Apa Yang Kita Keluhkan,,..???
~Ketika kita mengeluh : “ Ah mana mungkin … ”.
Allah menjawab : “ Jika AKU menghendaki, cukup Ku berkata “Jadi”, maka jadilah ” (QS 36 : 82).
… ~Ketika kita mengeluh : “ aku Capek banget … ”.
Allah menjawab : “ … dan KAMI jadikan tidurmu untuk istirahat ” (QS 78 : 9).
~Ketika kita mengeluh : “ Berat banget yah, gak sanggup rasanya … ”.
Allah menjawab : “ AKU tidak membebani seseorang, melainkan sesuai kesanggupan ” (QS 2 : 286).
~Ketika kita mengeluh : “ Stressss nih … Hati gak tenang … apa ya yang bisa membuat hati tenang”???.
Allah menjawab : “ Hanya dengan mengingatku hati akan menjadi tenang ” (QS 13 : 28).
~Ketika kita mengeluh : “ Yaaaahh … ini mah semua bakal sia-sia … ”.
Allah menjawab : ” Siapa yang mengerjakan kebaikan sebesar biji dzarah sekalipun, niscaya ia akan melihat balasannya ” (QS 99 : 7).
~Ketika kita mengeluh : “ Gila aja … Sendirian … gak ada seorangpun yang mau bantuin … ”.
Allah menjawab: “ Berdoalah (mintalah) kepadaKU, niscaya Aku kabulkan untukmu ” (QS 40 : 60).
~Ketika kita mengeluh : “ Duh … Sedih banget deh aku … ”.
Allah menjawab : “ La Tahzan, Innallaha Ma’ana. Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita ” (QS 9 : 40).










