AIR TELAGA


Alkisah di sebuah desa terpencil  hiduplah seorang kakek yang sudah dikenal dengan sifat kebijaksanaanya. Hingga kabar tersebut terdengar  oleh seorang pemuda yang tinggal di kota. Pemuda tersebut sedang merasa bingung dan gundah dengan semua masalah yang sedang ia hadapi. Pemuda tersebut merasa hidup ini terasa sesak dan begitu sulit hingga ia tidak tahu harus berbua apa dengan semau beban dan masalah yang ia hadapi. Dan akhirnya dia memutuskan untuk menemui sang kakek untuk meminta nasehat tantang masalah yang ia hadapi dan apa yang harus dia lakukan.

Hari yang telah ditentukan pemuda itupun tiba, dia membawa bekal secukupnya untuk menuju desa terpencil itu. Akhirnya saat yang dinantikan pun tiba dia berhasil menemukan rumah kakek itu, sepanjang ia lihat tidak ada tanda-tanda yang khusus pada tempat tinggal kakek itu, kakek itu hanya tinggal di sebuah gubuk tua yang kecil dan lahan kecil yang ditanami sayur sayuran. Tapi hal tersebut tidak menggoyahkan niat pemuda itu untuk meminta nasehat kepada sang kakek. Dia langsung menuju gubuk itu dan menemui kakek, pemuda:” assalam mu’alaikum kek” ,  kakek:”wa’aikum salam”  setelah mengucapkan salam dan dipersilahkan duduk oleh sang kakek pemuda itu langsung menceritakan maksud kedatangannya dan tujuannya. Lalu pemuda itu menumpahkan semua masalahnya kepada sang kakek dan sang kakekpun mendengarkan dengan seksama cerita pemuda tersebut.

Setelah cerita pemuda tadi selesai tiba-tiba kakek mengambil segelas air dan mengambil segenggam garam lalu garam tersebut dimasukkan ke gelas tersebut dan diaduk sebentar. Lalu kakek berkata :’minumlah dan ceritakan padaku bagaimana rasanya” Pemuda itupun meminumnya, baru satu teguk yang ia minum iapun memuntaahkan air itu dan  berkata :”puuii..ih asin sekali  sampai tenggorokkanku seperti tercekik”. Kakekpun hanya tersenyum dan mengajak pemuda itu kesebuah telaga yang terletak tak jauh dari rumah kakek tersebut. Setelah sampai Kakek pun menaburkan dua genggam garam ke dalam telaga tersebut. Dan kakek mengaduknya dengan kayu yang ada disampingnya. Lalu kakek berkata kepada pemuda itu :”minumlah air ini dan ceritakan rasanya kepadaku” setelah itu penuda tadi meminum air telaga tersebut dan kakekpun bertanya”bagaimana rasanya”  ,pemuda itu menjawab:”segar sekali”  , kakek:”apakah kamu merasakan asinnya garam itu”  ,pemuda :”tidak kek”. Kakek pun  tersenyum dan menepuk punggung pemuda tersebut dan berkata

“anak muda dengarlah , pahitnya kehidupan itu adalah layaknya sebuah  garam,kepahitan yang kita alami dan yang kita rasakan akan sangat tergantung pada wadah yang kita miliki,kepahitan itu akan terasakan tergantung pada hati kita. Saat kamu merasakan kepahitan,kegagalan dalam hidup hanya ada satu hal yang dapat kamu lakukan ,lapangkanlah dadamu menerima semuanya, luaskanlah hatimu untuk menampung setiap kepahitan itu. “hatimu adalah wadah itu,perasaanmu adalah  tempat itu,qolbumu adalah tempat  kamu menampung segalanya. Maka janngan kamu jadikan hatimu sebesar gelas, tapi jadikan hatimu sebesar telaga yang mampu meredam kepahitan dan mampu mengubah kepahitan menjadi kesegaran dan kabahagiaan

Teman apa hikmah  yang dapat kita ambil dari cerira tersebut

Ya,.., yang harus kita garis bawahi adalah perkataan sang kakek :”jika kamu sedang mendapat musibah  atau cobaan dari Allah jangan jadikan hatimu itu sebesar gelaas tetapi jadikan hatimu itu sebesar air telaga yang mampu mengubah kepahitan hidup menjadi kesegaraan yang berupa kebahagiaan.

Dijaman sekarang ini begitu banyak orang ditimpa cobaan dari Allah tetapi cobaan itu bukan menjadi pendekat dirinya kepada Allah tetapi malah menjauhkan diri dari-Nya. Kita ambil contoh banyak pemuda zaman sekarang yang diputus cinta lalu dia tanpa pikir panjang langsung memanjat menara listrik bukan untuk memperbaiki listrik tetapi untuk bunuh diri dan banyak orang yang ditimpa sakit bukan pergi memohon kesembuhan kepada Allah agar di beri sehat dan dilanjutkan pergi kedokter  tetapi malah pergi kedukun ,?! Bukan untuk bersilahturahmi tetapi meminta kesembuhan kepada sang dukun dll.

Dari peristiwa teresebut kita mungkin dapat mengambil pelajaran bagaimana sih..,. kita harus menghadapinya? yaitu dengan cara jadikan hatimu sebesar air telaga dan jangan jadikan hatimu sebesar gelas. Maka lapangkanlah hatimu untuk menghadapi semua itu dan berSabarlah dan mungkin itulah  jawaban yang cukup tepat dari pertanyaan tersebut.

Disaat kita mendapat cobaan kita merasa cobaan yang kita hadapi sekarang adalah cobaan yang paling berat sedunia, kadang kita melupakan saudara-saudara kita yang lain jika kita bisa melihat diluar sana banyak orang-orang yang lebih berat cobaanya dari kita tapi mengapa kita selalu merasa menjadi orang yang paling berat cobaanya jawabannya ada didalam diri kita? Mungkin hati kita saat ini baru seluas gelas maka baru sedikit garam yang dimasukkan rasanya begitu pahit! Maka akan seluas apa hati kita  ? jawabannya ada pada diri anda

155. dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (QS Al-baqarah(2) ayat 155)

214. Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, Padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, Sesungguhnya pertolongan Allah itu Amat dekat. (QS Al-baqarah(2)ayat 214)

About qolbussalam

perjuangan adalah seni kehidupan

Posted on 24/09/2010, in Home, sabar and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: