Dongeng Sang Cangkir Cantik


“bila engkau memandang segalanya dari tuhanmu
yang menciptakan segalanya
yang menimpakan ujian
yang menjadikan sakit hatimu
yang membuat keinginanmu terhalang
serta menyusahkan hidupmu
pasti akan damailah hatimu.
karena masakan Allah sengaja mentakdirkan segalanya
untuk sesuatu yang tidak akan sia-sia
bukan karena Allah tidak tahu derita hidupmu.
ataupun retaknya hatimu,
tapi mungkin itulah yang dia mahu, karena dia tahu
karena dengan beginilah hatimu akan lebih lunak
mudah untuk dekat dan akrab dengaNya”

 

Sepasang kakek dan nenek pergi belanja di sebuah toko suvenir untuk mencari hadiah buat cucu mereka. Kemudian mata mereka tertuju kepada sebuah cangkir yang cantik. “Lihat cangkir itu,” kata si nenek kepada suaminya. “Kau benar, inilah cangkir tercantik yang pernah aku lihat,” ujar si kakek.

Saat mereka mendekati cangkir itu, tiba-tiba cangkir yang dimaksud berbicara “Terima kasih untuk perhatiannya, perlu diketahui bahwa aku dulunya tidak cantik. Sebelum menjadi cangkir yang dikagumi, aku hanyalah seonggok tanah liat yang tidak berguna. Namun suatu hari ada seorang pengrajin dengan tangan kotor melempar aku ke sebuah roda berputar.

Kemudian ia mulai memutar-mutar aku hingga aku merasa pusing. Stop ! Stop ! Aku berteriak, Tetapi orang itu berkata “belum !” lalu ia mulai menyodok dan meninjuku berulang-ulang. Stop! Stop ! teriakku lagi. Tapi orang ini masih saja meninjuku, tanpa menghiraukan teriakanku. Bahkan lebih buruk lagi ia memasukkan aku ke dalam perapian. Panas ! Panas ! Teriakku dengan keras. Stop ! Cukup ! Teriakku lagi. Tapi orang ini berkata “belum !”
Akhirnya ia mengangkat aku dari perapian itu dan membiarkan aku sampai dingin. Aku pikir, selesailah penderitaanku. Oh ternyata belum. Setelah dingin aku diberikan kepada seorang wanita muda dan dan ia mulai mewarnai aku. Asapnya begitu memualkan. Stop ! Stop ! Aku berteriak.

 

 Wanita itu berkata “belum !” Lalu ia memberikan aku kepada seorang pria dan ia memasukkan aku lagi ke perapian yang lebih panas dari sebelumnya! Tolong ! Hentikan penyiksaan ini ! Sambil menangis aku berteriak sekuat-kuatnya. Tapi orang ini tidak peduli dengan teriakanku.Ia terus membakarku. Setelah puas “menyiksaku” kini aku dibiarkan dingin.
Setelah benar-benar dingin, seorang wanita cantik mengangkatku dan menempatkan aku dekat kaca. Aku melihat diriku. Aku terkejut sekali. Aku hampir tidak percaya, karena di hadapanku berdiri sebuah cangkir yang begitu cantik. Semua kesakitan dan penderitaanku yang lalu menjadi sirna tatkala kulihat diriku.
******************************************************************************
Teman itulah kehidupan didunia, dalam kehidupan ini adakalanya kita merasakan manisnya hidup dan adakalanya kita merasakan pahitnya cobaan kehidupan.Tak kala kita ditimpa berbagai cobaan kita seolah olah mengeluh terhadap apa yang menimpa kita Tapi dibalik itu semua sadarlah itu merupakan cara Allah untuk membuat kita kuat, membuat kita lebih baik,membuat kita menjadi seseorang yang selalu tahu arti dari sebuah kehidupan . Memang pada saat itu tidaklah menyenangkan, sakit, penuh penderitaan, dan banyak air mata yang keluar . Tetapi inilah cara Allah membentuk kita dan inilah cara Allah mengubah kita supaya menjadi cantik dan memancarkan kemuliaan. Yakinlah teman bahwa Allah akan senantiasa membimbing hambanya yg taat kepadanya menuju sesuatu yang lebih baik walaupun dengan jalan peuh derita , penuh tangis tapi kelak jika mengetahui hasil yang kita peroleh dari semua itu maka kita tak akan menyesal sedikitpun semua penderitaan kita sirna air mata kesedihan yang kita teteskan akanberganti dengan air mata kebahagiaan .
Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang shabar, (155) (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa mushibah, mereka mengucapkan, “Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun” (156) Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk. (157) [QS. Al-Baqarah : 155-157]
Dari Shuhaib Ar-Rumiy RA, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Sungguh mengagumkan urusannya orang mukmin itu, semua urusannya menjadi kebaikan untuknya, dan tidak didapati yang demikian itu kecuali pada orang mukmin. Apabila dia mendapatkan kesenangan dia bersyukur, maka yang demikian itu menjadi kebaikan baginya. Dan apabila dia ditimpa kesusahan ia bershabar, maka yang demikian itu pun menjadi kebaikan baginya”. [HR. Muslim]
Dari Anas RA, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Apabila Allah mencintai seorang hamba atau ingin membersihkannya, maka Allah memberi dan mencurahkan cobaan kepadanya. Maka apabila hamba itu berdoa dengan mengucapkan “Wahai Tuhanku”, Allah berfirman, “Labbaik hai hamba-Ku. Tidaklah kamu meminta sesuatu kepada-Ku, kecuali Aku memberikannya kepadamu. Adakalanya Aku menyegerakan untukmu dan adakalanya aku menjadikannya simpanan untukmu”. [HR. Ibnu Abid-Dunya]

Dari Mahmud bin Labid, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, “Apabila Allah mencintai pada suatu kaum, maka Allah member cobaan kepada mereka. Maka barangsiapa bershabar, dia mendapatkan (pahala) keshabaaran itu. Dan barangsiapa berkeluh kesah, ia mendapatkan keluh kesah itu”. [HR. Ahmad]

Dari Mush’ab bin Sa’ad dari ayahnya RA, ia berkata : Aku pernah bertanya, “Ya Rasulullah, siapakah manusia yang paling berat cobaannya ?”. Beliau bersabda, “Para Nabi, kemudian orang yang di bawahnya, lalu yang di bawahnya lagi. Seseorang akan diberi cobaan menurut kadar agamanya. Apabila agamanya kuat, akan mendapat cobaan yang berat. Dan jika agamanya tipis (lemah) Allah akan memberinya cobaan menurut agamanya. Maka terus menerus cobaan menimpa pada hamba sehingga ia berjalan di bumi dengan tidak punya dosa atasnya”. [HR. Ibnu Majah, Ibnu Abid-Dunya dan Tirmidzi, ia berkata Hadits Hasan shahih]
“maka teman, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai cobaan, sebab Anda tahu bahwa ujian terhadap kita menghasilkan ketekunan. Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang supaya Anda menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun.”
Apabila Anda sedang menghadapi ujian hidup, jangan kecil hati, karena akhir dari apa yang sedang anda hadapi adalah kenyataan bahwa anda lebih baik, dan makin cantik dalam kehidupan ini.

About qolbussalam

perjuangan adalah seni kehidupan

Posted on 11/12/2010, in sabar and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: