Renungan diri


Jika kita mengambil sedikit masa dan memperhatikan perjalanan kehidupan , sebenarnya kita akan mendapati bahwasanya Allah  telah memberikan banyak hal dan banyak pula peluang bagi setiap diri kita umtuk memperbaiki diri kepadaNya.Nyawa masih dipanjangkan sampai ke hari ini adalah sebuah tanda rahmat dan kasih sayangNya. Bayangkan sekiranya dimatikan tadi malam. Bagaimana agaknya  pengakhiran kita ?

“setiap yang bernyawa itu akan merasakan kematian dan sesungguhnya semua itu akan diperhitungkan dihari pembalasan, tidak peduli siapa dia apa jabatannya didunia dan keturunan siapa dia .maka barang siapa yang di selematkan dari api neraka kemudian dia dimasukkan kedalam syurga ,maka keberuntungan yang besarlah dan kemenangan yang sebenarnyalah orang itu. Karna tidaklah kehidupan di dunia ini melainkan kesenangan yang menipu dan memperdaya.

Itulah Allah yang hendak menunjukkan akan arti kebahagiaan, kesenangan yang sebenarnya , Maka ada baiknya saban hari kita lontarkan kepada diri kita satu pertanyaan , apakah sudah layak kita mendapat kemenangan yang sebenarnnya ?

“barang siapa yang mengerjakan kebaikan sebesar zarah maka ia tetap dihitung dan barang siapa yang berbuat kejahatan walaupun sebesar zarah maka ia juga tetap akan dihitung “. Perhitungan Allah di akhirat sedemikian ketatnya, karena itulah Allah menceritakan suasana diakhirat nanti,akan ada orang-orang yang ingkar didunia berkata: “alangkah baiknya jika aku dijadikan sebagai tanah “

Kadangkala merasakan diri sudah bagus ,besar,tinggi,hebat dan sempurna , ego yang menggunung ke angkasa menjadikan tidak nenyadari kecacatan diri, lupa akan kebusukan diri lupa akan aibnya dan lupa akan kelemahannya . hati yang masih begitu banyak goresan-goresan sikap yang menentang ajaranNya, lupa akan petunjuknya dan melupakan pedomanNya dan apakah sikap dan hal seperti ini kita masih tetap yakin mendapat kemenanganNya (syurga)? Maka inilah kita dan didalamnya termasuk diri saya mari kita perbaiki hal-hal yang membuat kita tidak pantas mendapatkan kemenanganNya menjadi orang yang didalamnya sebagai salah satu orang yang pantas mendapatkan kemenganNya walaupun itu sulit tapi itu  semua adalah akhir yang sebenarnya dari apa yang kita tujudan kita cari ,maka kita mulai hal yang sulit itu sedikit demi sedikit setapak demi setapak dan sehasta demi sehasta hingga akhirnya kita benar-benar menempuh janji-NYa.

About qolbussalam

perjuangan adalah seni kehidupan

Posted on 01/04/2011, in nilai diri and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: