Bersama Artinya Bersaudara (1)


KEBERSAMAAN

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, kelak Allah yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam hati mereka rasa kasih sayang”. (QS Maryam(19) ayat 96)

Keimanan benar-benar telah mengikat hati para hamba Allah dalam kasih sayang yang menggetarkan.ini bukan lagi ikatan-ikatan semu bukan ikatan antar sesama saudara sekandung,darah,kewilayahan ,ras,jabatan dan warna kulit ataupun kekayaan harta. Islam memproklamirkan sebuah majelis mulia yang disana duduk sejajar seorang abu bakar bangsawan arab,shuhaib imigran romawi,salman pengembara Persia dan bilal bekas budak negro habasyah. Mereka semua inilah yang benar-benar menghayati sebuah makna kebersamaan . muhajirin dan anshar telah mencontohkan kebersamaan paling indah dalam sejarah ummat manusia. Maka mari kita kupas sedikit sebuah arti kebersamaan yang membuat kokohnya barisan islam ini

*Bersama Artinya Bersaudara*

“ orang-orang beriman itu Sesungguhnya bersaudara. sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.” (QS Al-Hujurat(49) ayat 10)

Orang-orang beriman itu sesungghnya bersaudara itulah salah satu pokok dari ikrar kebersamaan jika seseorang telah berikrar syahadat  maka dia dan orang beriman lainnya adalah saudara tidak lagi memperdulikan ras,bahasa,harta kekayaan,kedudukan dan bahkan tidak memperdulikan apakah saudara sekandung/nasab ataupun bukan.

Suatu hari Pernah diceritakan ketika perang badar mulai sunyi dari gegap kecamuk pertemuran yang akhirnya kaum muslimin menang dari orang-orang quraisy, abdurraahman bin ‘auf menggiring lelaki tampan yang sedang diikat tangannya itu . Abdurrahman bin ‘auf menggelandang dengan hati-hati lelaki tersebut dan dengan lembut tetapi tanpa melepaskan genggeman pada ikatannya.  Abdurrahaman menuju kearah lelaki yang berwajah mirip dengan tawanan, Abdurrahman pun mengangguk dan berucap salam “assalaamu’alaika ya Mush’ab yang baik. Inilah saudaramu abu ‘aziz.

Mush’ab bin umair pun menjawab salam dan membalas anggukan dalam-dalam, sang tawanan  Abu ‘aziz bin umair yaitu adik kandung mush’ab bin umairpun merasa lega. Syukurlah  dia akan diserahkan pada kakak yang disayanginya. Betapa mimpi buruk hari ini mengikuti perang badar , menyaksikan darah bersimbah ruah, melihat kekalahan sukunya yakni quraisy  dan kini ia harus ditawan sungguh menyakitkan. Tapi kini dia berada dihadapan kakaknya yang telah bertahun-tahun tak bertemu, diapun rindu. Tapi mush’ab tak memandang ke arahnya,tak segera melepaskan ikatannya malah sang kakak justru menundukkan kepala dan berkata pada Abdurrahman “tahanlah dia ,kuatkan ikatannya dan eratkan belenggunya ” sesungguhnya dia memiliki seorang ibu yang sangat menyayanginya dan memanjakannya. Insyaallah kita akan mendapatkan tebusan yang berharga darinya , saudaraku!!”

Seolah tak percaya appa yang ia dengar abu azis membelalak dan berkata ” aku tak percaya ini, engkau hai mush’ab adalah kakakku sendiri, engkau menjualku dan membiarkannya meminta tebusan besar pada ibu kita? Dimana cintamu pada adikmu ini hai saudaraku? Abu ‘azis pun meronta. Mush’ab memalingkan wajahnya ada kilau di matanya dia hela nafasnya dan berkata “tidak! Engkau bukan saudaraku. Tapi mereka(para sahabat) inilah saudaraku”

Itulah mush’ab yang begitu memahami sebuah makna “sesungguhnya orang –orang mukmin itu saudara” sebuah persaudaraan yang didasarkan atas dasar iman bukan didasarkan hal-hal yang mengenai kehidupan dunia/nasab

kamu tidak akan mendapati suatu kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, Sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka. meraka Itulah orang-orang yang telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan  yang datang daripada-Nya. dan dimasukan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridha terhadap mereka, dan merekapun merasa puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. mereka Itulah golongan Allah. ketahuilah, bahwa Sesungguhnya golongan Allah itu adalah golongan yang beruntung”. (QS Mujaadillah(58) ayat 22)

Seorang mukmin dengan mukmin yang lain adalah saudara yang dihimpun dalam asal yang satu yakni iman seperti yang dialami mush’ab, persaudaraan iman jauh lebih kuat,mengalahkan persaudaraan nasab dan bahkan persaudaraan nasab seolah tiada artinya,hampa.tak bernilai jika tiada aqidah yang mengikat hati mereka pada satu keyakinan yang sama. Iman itu mengikat kita dalam persaudaraan yang menembus batang ruas dan masa. Ia menyatukan kita dalam doa yang sejati yang selalu kita bagi pada sesama peyakin sejati. Sebagaimana tanpa kita sadari tiap detik berjuta lisan melafalkan doa  untuk kita para orang-orang mukmin.dalam persaudaraan Akhbar yang melintasi ruang dan waktu.

“Perumpamaan orang-orang mukmin dalam berkasih sayang dengan sesama mereka seperti satu tubuh. Jika salah satu anggota tubuh sakit, maka seluruh tubuh akan merasakan baik (sakit) demam dan tidak bisa tidur.” (HR. Bukhari-Muslim)

”Tidak beriman salah seorang di antara kamu sampai ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.” (HR. Bukhari-Muslim)

*Bersama Artinya Berjuang*

Untuk bab ini akan ditampilkan di postingan berikutnya salam http://www.qolbussalam.wordpress.com

About qolbussalam

perjuangan adalah seni kehidupan

Posted on 12/04/2011, in Home, kebersamaan and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: