Kisah Perjuangan Hidup Anak-Anak Palestina (2)


Sementara itu Kesunyian yang lebih menyakitkan mendera para perempuan dan laki-laki tua. Seolah-olah, semua kenangan seputar paman uthman merongrong dalam diri setiap diri orang-orang itu ,semua cerita ringan yang pernah dikisahkan oleh paman abu uthman pada kakum lelaki ramallah ketika mereka datang dan dudukdikursi pangkas rambutnya. Setiap kenangan tampaknya telah merasuk sedemikian rupa kedalamhati mereka ,

Sepanjang hidupnya paman abu uthman adalah seorang lelaki yang lembut dan penuh kasih, ia mempercayai segala hal, tapi kebanyakan hal lebih mempercayai dirinya sendiri. Ia membangun hidupnya dari nol, ketika pemberontakan yang terjadi di jabal an nar membuatnya terdampar di ramallah , ia kehilangan segalanya, iapun memulai lagi dengan awal yang baru, serupa yang dilakukan oleh setiap tumbuhan yang hidup di tanah ramallah yang budiman. Abu uthman memenangkan cinta dan restu masyarakat. Ketika perang palestina yang terakhir dimulai, ia menjual semua barang miliknya  demi membeli sejumlah senjata, yang kemudian dibagikan kepada kerabat agar mereka bisa bertampur dalam peperangan. Tokonya berubah menjadi gudang bahan peledak dan gudang persenjataan. Meskipun demikian ia tidak menerima bayaran  atas pengorbanan tersebut, satu-satunya yang ia minta adalah sebuah kuburan dikomplek pemakaman ramallah yang indah dan dipeniuhi pepohonan besar. Cuma itu yang dikehendakinya dari orang-orang.

Hal-hal yang sederhana inilah yang memicu keheningan. Wajah orang-orang yang bercucuran keringat tampak muram oleh kenangan-kenangan ini. Aku mendapati ibuku berdiri diantara mereka  sepasang lengannya masih terangkat ke udara. Ia berdiri tegak seakan-akan hidupnyasudah berhenti dan kelam, tapi matanya tampak tenang mengikuti arah paman abu uthman. Ibuku terus memandang ke arah paman abu uthman yang tengah berdiri didepan seorang serdadu yahudi, berbicara padanya sambil menunjuk kearah tokonya. Berikutnya paman abu uthman tampak berjalan sendiri menuju tokonya. Sebentar kemudian, ia kembali dengan membawa handuk putih, yang dipakainya untuk membungkus jasad istrinya. Ia lalu berjalan kekuburan.

Ketika beberapa menit telah berlalu aku melihat paman abu uthman muncul dari kejauhan dengan langkah berat lagi lambat. Punggungnya makin bungkuk kedua lengannya menggantung tak berdaya di kedua sisi tubuh. Ia bergerak pelan-pelan tidak jauh dariku, berjalan dan terlihat lebih tua dari sebelumnya. Debu menyelimuti tubuhnya sementara nafasnya  terhela dengan berat. titik-titik darah bercampur debu terlihat didadanya…. Ketika posisi paman abu uthman langsung berseberangan denganku , tiba-tiba saja ia menatapku seolah untuk pertama kalinya, ia berjalan melewatiku yang berdiri di tengah tengah jalan di bawah matahari juli yang terik, berdebu basah kuyup oleh keringat. Saat itu kulihat bibirnya terluka dan mengalirkan darah, sambil bernafas terangah-engah ia terus menatapku. Banyak makna yang tidak bisa kupahami terbaca dari matanya. Lalu ia meneruskan kembali perjalanannya dalam diam , kkotor bernafas berat, setelah beberapa langkah ia berhenti memalinhkan wajahnya kearah jalan,sebelum kemudian mengangkat kedua lengan menyilangkannya.

Orang-orang tidak bisa memakamkan jasad paman abu uthman sesuai kehendaknya. Karna waktu itu iapergi kekantor walikota untuk mengakui apa yang telah ia ketahui, tiba-tiba saja terdengar ledakan dahsyat yang memusnahkan seluruh bangunan. Sisa-sisa tubuh abu uthman lenyap di tengah-tengah reruntuhan.

Mereka bercerita pada ibuku, sewaktu ia membawaku menyeberangi perbukitan yordania bahwa ketika paman abu uthman pergi ke tokony sebelum menguburkan sang isteri, ia tidak hanya membawa satu handuk putih saja.

About qolbussalam

perjuangan adalah seni kehidupan

Posted on 06/05/2011, in Palestina and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. 2 Comments.

  1. achmad anshori

    sykron kasioron atas lanjutannya.
    ^,^

  2. very touching😥

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: