Omar Mukhtar **Singa Padang Pasir** (Jilid 2)


Italia mengirimkan jenderal Giuseppe Volvi untuk menjadi gubernur di Tripoli dan memerintah jazirah Libya. 15.000 pasukan beserta dirinya menjadi penjajah dinegeri Libya.Bertahun tahun pula rakyat Libya memberikan perlawanan yang hebat. Sampai giliran pada Omar Mukhtar untuk mengukir namanya dalam sejarah perjuangan melawan penjajah. Sejak tahun itu pula omar mukhtar berganti peran dari guru ngaji dan tokoh sufi menjadi gerilyawan dan akhirnya menjadi pemimpin perang. Pada tahun 1912, omar mukhtar pernah sekali ditangkap oleh italia karena laku licik para pengkhianat yang lebih memilih uang dan gelimang harta dan menyerahkan omar mukhtar ke penjajah. Tapi , untuk pejuang hanya satu fase untuk mematangkan diri dan membesarkan semangat perjuangan. Selepas dari penjara,  nama omar mukhtar kian berkibar dan seolah-olah mendapati ijazah perjuangan membela tanah airnya. Pada masa kepimpinan Benito Musollini, italia mengirimkan  400.000 pasukannya untuk menaklukkan Libya yang telah hamper membuat Negara penjajah itu putus asa, bayangkan saja. Perang yang dikobarkan oleh rakyat Libya telah membuat italia menanggung beban biaya perang yang sangat besar.

Padahal omar mukhtar secara resmi hanya memimpin 10.000 pasukan mujahidin saja. Musollini semakin geram dan diamuk amarah mendengar laporan demi laporan tetang pasukan yang kalahdan kewalahan dengan perlawanan para mujahidin yang dikobarkan oleh omar mukhtar. Dalam sejarah pahlawan tak pernah bekerja sendiri. Ada banyak tokoh lain disekitarnya yang memainkan peran vital, dan para pahlawan mengerti betul bahwa perjuangan sama sekali bukan panggung yang hanya memiliki pemain tunggal. Tapi manusia-manusia memang selalu memerlukan pemimpin untuk menggerakkan dan berdiri paling depan. Dan itulah yang dilakukan oleh omar mukhtar. Karenanya, nama omar mukhtar mendapat julukan singa padang pasir.

Meski begitu dengan julukan besarnya, dia tidak pernah meninggalkan amalan-amalan yang sering dianggap kecil oleh orang-orang yang merasa besar. Ditengah usahanya memimpin perlawanan , omar mukhtar masih sempat menyempatkan diri mengajar ngaji. Ia mendatangi anak-anak kecil yang ada dikampungnya disekitar gunung-gunung yang menjadi markas perjuangannya, mereka diajari untuk terus belajar mengaji. Omar mukhtar seolah mengerti benar, bahwa tanpa mereka yang melanjutkan perjuangan apa yang dilakukan para pejuang hari ini tidak akan banyak berarti. Omar mukhtar bukan berarti memiliki banyak waktu luang banyak sekali yang harus ia tunaikan  : mengatur stratregi, menggembleng tenaga muda, mengumpulkan pembekalan dan senjata, melakukan penyergapan dan perlawanan, mengirimkan satuan-satuan perang dan berbagai macam hal. Belum ditambah dengan kondisi kesehatannya yang terus menurun. Orang orang yang mengiringinya berjuang, telah berkali-kali memintanya untuk istirahat dan berhenti. Tapi omar mukhtar sudah berazzam dan mengatakan pada diri sendiri, bahwa hidup yang sekali ini layak diberikan untuk perjuangan besar mengusir kezaliman.

Sementara itu, Mosullini semakin brutal mengirimkan pasukan, menculik,menangkap,membunuh dan menggantung orang-orang yang dianggapnya berbahaya untuk kepentungan italia.ini adalah bentuk rasa frustasi Musollini dan jendral-jendralnya yang tak bias mengalahkan kelompok yang sering mereka sebut badui. Omar mukhtar tersu-menerus memepermalukannya. Dengan sangat licin kelompok-kelompok mujahidin yang dipimpin atau yang dikirimkannya berhasil menyerang pos-pos militer italia.mereka menyergap pasukan,memotang dan merampas suplai pasukan diwilayah-wilayah gurunyang sangat mereka kenal. Omar mukhtar kala itu sudah berumur lanjut, lebih dari 80tahunnan usianya, tapi dia selalu menolak  ketika diminta untuk istirahat.

Untuk mengakhiri perlawanan omar mukhtar, pasukan fasis italia yang kehabisan cara mulai berman brutal. Mereka menghukum penduduk-penduduk yang tinggal damai dikampung-kampung denga tuduhan sebagai pendukung omar mukhtar. Mereka dihukum tembak, digantung, dan disiksa dengan tuduhan sebagai pendukung mujahidin Libya. Karena tekanan yang luar biasa, pembunuhan dan pembantain yang dirasakan rakyat dan penduduk Libya, omar mukhtar menyetujui usaha perundingan.

About qolbussalam

perjuangan adalah seni kehidupan

Posted on 03/10/2011, in Kisah Para Pejuang and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: