Omar Mukhtar **Singa Padang Pasir** (Jilid 3)


Pemimpin sepuh ini tak rela hati melihat penduduk sipil disiksa dan dibunuh setipa hari oleh pasukan italia dengan alas an mencari omar mukhtar. Maka pada tahun 1929, usaha-usaha untuk perundingan mulai dilakukan. Rupanya penjajah italia tak pernah puas. Yang mereka kehendaki sebetulnyabukan perundingan dengan omar mukhtar tapi nyawa omar mukhtar sendiri. Maka pada tahun 1930, secara missal meliter italia menggiring penduduk Libya terutama dari wilayah Gebel yang berjumlah sekitar 100.000 orang untuk dikumpulkan dalam salah satu kamp konsentrasi.mereka dibatasi pergerakannya ditenda-tenda ditepi pantai yang dikepung dengan kawat-kawat berduri disekelilingnya.tak tanggung-tanggung, jenderal grazani membangun pagar kawat sepanjang 300km untuk memenjarakan 100.000 penduduk yang ditahan dalamkamp konsentrasi. Kehidupan dikamp-kamp konsentrasi ini sangat mengenaskan, banyak diantara penduduk yang ditembak atau digantung. Sejarawan Libya, mahmoud ali at-taeb bahkan mencatat, setiap hari dikamp-kamp pengungsian itu palinng sedikit 17 orang tewas karena kelaparan, penyakit menular atau depresi dan tekanan jiwa.

Mahmoud ali at-taeb mengatakan dalam sebuah wawancara dengan majalah Libya Ash-shoura(oktober 1979) bahwa pada November 1930 setidaknya ada 17 hari pemakaman . pergerakan pasukan omar mukhtar semakin terbatas. Pemimpin dan para mujahidin terpisah dan dipisahkan dari rakyatnya. Dan pada 11 september 1931 dalam sebuah penyerangan militer omar mukhtar ditangkap oleh pasukan italia dengan cara yang keji mereka menyudutkan para mujahidin dan akhirnya berhasil menangkap omar mukhtar dan beberapa pendukungnya.setelah melalui proses pengadilan yang tidak wajar, akhirnya hukuman dijatuhkan. Semasa menjalani masa tahanannya, omar mukhtar mendapat siksaan dan deraan yang tidak terperikan. Tapi semua dihadapinya dengan tegar. Pasukan italia sangat khawatir dan ketakutan jika omar mukhtar berhasil meloloskan diri. Tangannya dirantai dengan rantai yang berat dan besar.

Kakinya dibelenggu dan tak pernah dilepaskan. Bahkan pinggangnya diikat dengan rantai untuk memastikan omarmukhtar tak bias melepaskan diri. Meski begitu omar mukhtar tak Nampak gentar sedikitpun.para sipir dan penjaga penjara tercatat mengatakan setiap kali omar mukhtar menjalani pemeriksaan, diinterogasi dan dihujani pertanyaan keji, omar mukhtar menatap mereka, dibacakannya ayat-ayat al-Quran yang berpesan tentang kedamaian. Sampai mereka putus asa karena tak berhasil membuat omar mukhtarterkalahkan, akhirnya mereka menjatuhkan hukuman gantung kepada omar mukhtar. Hari vonispun tiba dan pengadilan memutuskan bahwa omar mukhtar harus digantung disaksikan orang banyak ditengah tanah lapang kamp konssentrasi.16 september, omar mukhtar digiringketiang gantungan dengan rantai melilit tubuhnya. Semua mata menatapnya, seolah-olah pandangan itu hendak menjerit dan berusaha menghentikan waktu. Napas mereka tertahan menunggu detik-detik ketika aba-aba dikeluarkan. Sang algojo mendekati omar mukhtar. Ketika hendak mengeksekusi dia bertayna apakah ada yang ia inginkan sebelum dihukum gantung dilaksanakan. Omar mukhtar pundengan tenag berkata “ Dari Allah kita dating dan kepada Allah kita kembali”

Semoga Allah menerimanya, dan menerima seluruh amal serta perjuangannya, menjadikan debu-debu yang pernah menempel dikakakinya sebagai saksi didepan pengadilan yang Maha Tinggi.`

About qolbussalam

perjuangan adalah seni kehidupan

Posted on 05/10/2011, in Kisah Para Pejuang and tagged , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: