Yang Memilih Jalan Dakwah


—– ” Kami hanya ingin agar umat mengetahui bahwa mereka lebih kami cintai dari pada diri kami sendiri. Seungguh, jiwa-jiwa kami ini senang gugur sebagai penebus bagi kehormatan mereka, jika memang tebusan itu yang diperlukan. Atau melayang untuk membayar kejayaan, kemuliaan, agama dan cita-cita mereka, jika memang mencukupi.
Tidak ada yang membawa kami bersikap seperti itu kepada mereka, kecuali karena kasih saying yang telah mencengkram hati kami, menguasai perasaan kami, menghilangkan kantuk kami dan mengalirkan air mata kami. Sungguh, kami benar-benar sedih melihat apa yang menimpa dan terjadi pada umat ini, sementara kita hanya sanggup menyerah pada kehinaan, keridhaan pada kerendahan dan pasrah pada keputus asaan.
Sungguh kami berbuat di jalan Allah untuk kemaslahatan bagi seluruh manusia lebih banyak dari apa yang kami lakukan untuk kepentingan diri kami. Kami adalah milik kalian wahai saudara-saudara tercinta, bukan untuk orang lain. Sesaat pun kami tak akan pernah menjadi musuh kalian.
Kami tidak merasa berjasa dengan sesuatu pun dan tidak pula menganggap diri lebih utama. Kami hanya meyakini akan firman Allah SWT :

“….Sebenarnya Allah, dialah yang melimpahkan nikmat kepadamu dengan menunjuki kamu kepada keimanan jika kamu adalah orang-orang yang benar.” (Al-Hujurat : 17)
Kami sering berangan-angan –andaikan angan-angan itu bermanfaat- bahwa hati kami terbuka dihadapan mata dan telinga umat ini, sehingga saudara-saudara kami dapat melihat sendiri. Adakah mereka melihat sesuatu dalam hati kami, selain menginginkan kebaikan untuk mereka, rasa kasih sayang terhadap mereka serta rela mati untuk kemaslahatan mereka?
Apakah mereka menemukan dalam hati kami selain kepedihan mendalam atas apa yang kita alami?
Namun cukuplah bagi kami bahwa Allah SWT. mengetahui itu semua. Hanya Dia-lah yang menjamin dukungan yang tepat agar kami selalu berada dalam kebenaran. Di tangan-Nya-lah berada semua kendali dan kunci hati. Siapa yang diberi petunjuk oleh Allah maka tiada yang dapat menyesatkannya. Dan siapa yang disesatkan oleh Allah, maka tiada yang dapat menunjukinya. Cukuplah Allah bagi kami. Dialah sebaik-baik tempat bergantung. Bukankah Allah yang mencukupi seluruh hanba-Nya? “——–

——- Hasan Al-Banna ———-


Betapa mengagumkan orang yang satu ini, seluruh kehidupannya dihabiskan untuk berdakwah dijalan Allah. Jika kita lebih menggali lagi kehidupannya kita akan lebih sangat malu lagi, karena kita akan mengetahui betapa besar pengorbanan yang ia lakukan untuk ummat islam sedang kita hanya tertegun berdiam diri meratapi sesuatuyang tiada gunanya. Maka banyak orang yang berpandangan bahwa tugas dakwah hanya akan diemban oleh orang-orang tertentu saja.apalgi jika mempunyai kesibukan , maka kita akan dengan entang mengucapkan maaf saya sedang sibuk tidak ada waktu untuk berdakwah. Sehingga kata-kata itu seolah olah mengungkapkan bahwa yang berdakwah adalah tugas orang-orang yang tidak sibuk. Maka apakah demikian ? :

“dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan Perkataan yang benar. (QS An-Nisa’(4) ayat 9)”

Ucapkanlah “qoulan syadida”. Begitulah perintah ALLAH SWT. Perintah yang membuat kita seharusnya sadar , pada saat kita tersangat sibuk menjalakan tugas dan amanah sebagai seorang professional dalam kehidupan dunia, namun dilain sisi kita harus mencoretkan sesuatu sebagai teguran ini sekaligus tazkirah buat mujahidah da’wah,  pada saar kita sedang sibuk dengan keduniaan kita , maka hal yang lebih mulia dan besar kita tinggalkan.

Sangat aneh tatkala seorang muslim  sudah pandai memberikan alasan “sibuk” dan tidak bersungguh-sungguh dalam da’wah. Apakah mereka menyangka bahawa bila tiba di alam kerjaya, kesibukan itu akan hilang? Adakah mereka menyangka betapa mujahid-mujahid da’wah yang telah menginfakkan dirinya, keluarganya, hartanya dan seluruh hidupnya di jalan ALLAH, adalah bukan seorang yang membutuhkan dunia, sehingga mereka tidak pernah disibukkan dengan urusan pembelajaran atau pekerjaan?

Katakan saja bahwa kita tidak cinta dengan Islam, kerana jika benar kita cinta dengan Islam, mana mungkin semudah dan semurah itu memberikan sebuah  alasan .atau apakah kita kekurangan seorang sosok yang memberikan kita contoh bagaimana kita harus berjuang ? tentu saja tidak ! bukan itu masalahnya tetapi setiap ada sosok yang dapat kita jadikan contoh sikap kita hanya dapat melihatnya tanpa mau meneladaninya bahkan kadang sikap kita yang menolak contoh itu sendiri bahkan kita kadang kala menolak bahkan mungkin akan menyalahkan orang -orang yang memberi contoh kepada kita karena ketidak mauan kita dalam rangka meniru suri tauladan yang baik.  Janganlah kita  menghina para mujahid da’wah, seakan-akan mereka ini tidak pernah sibuk sehingga mereka  sentiasa mempunyai masa untuk memberikan waktunya pada jalan ALLAH.

Janganlah anda menghina Abu Bakar as-Siddiq R.A, Umar al-Khattab R.A, dan sahabat-sahabat lain R.A, para tabi’in, tabi’it tabi’in, Hassan al-Banna, Yusuf al-Qaradhawi, dan lain-lain, yang hidup mereka full time sebagai pendakwah, sedang part time mereka sebagai ada yang sebagai  guru, atau pedagang, atau  pekerja kasar dan sebagainya, dengan menganggap mereka-mereka ini tidak pernah bersinggungan dengan kesibukan duniawi. Mereka juga sibuk, tapi cinta mereka pada ALLAH, Rasul dan Islam mengatasi kesibukan duniawi mereka.

itulah iman mampu mengalahkan nalar yang disebagian banyak orang dijadikan sebagai penentu dalam mengambil sebuah sikap. keimanan mengalahkan kehidupan yang menipu keimanan mengalahkan kehidupan yang sementara  dan hanya guruan belaka. maka sikap seorang mukimin yang sejati adalah apabila dia dihadapkan kepada 2 perkara : yang pertama dihadapkan perkara dunia dan yang kedua adalah perkara urusan akhirat maka dia akan mendahulukan kepentingan akhiratnya.

About qolbussalam

perjuangan adalah seni kehidupan

Posted on 13/10/2011, in renungan and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: