“Abi, when will we ever relax “ (“ Abi, kapan kita dapat bersantai ”)


“Sekarang adalah masalah kita hari ini bukanlah bahwa kita lelah, tapi saat ini masalah kita adalah bahwa kita terlalu banyak bersantai, ada banyak relaksasi dimana kita dapat pergi, tapi ini bukan saatnya untuk melakukan itu . karena tugas berat sekarang ditangan kita”           (–Nurjeehan–)

Dikesempatan kali ini saya akan berbagi cerita yang saya dapat dari sebuah blog dari

(Sumber cerita: http://www.productivemuslim.com/abi-when-will-we-ever-relax/)
lalu di gubah oleh Nurjeehan (www.nurjeehan.hadithuna.com) dan sekarang saya modifikasi sedikit oleh hendra (www.qolbussalam.wordpress.com)

Cerita ini datang dari imam besar yaitu imam ahmad bin hanbal . suatu hari putranya Abdullah bertanya kepada ayahnya(imam ahmad bin hambal) :” abi kapan kita dapat bersantai ?” ayahnya yang seorang imam besar yang begitu sibuk mengurusi ummat ini dan menjadi tauladan bagi ummat muslim itu pun menjawab : dengan menatap mata anaknya dengan penuh kasih sayang dan dengan senyuman manis imam ahmad bin hambal berkata” : “ kita akan bersantai naaak ketika kita memasuki surganya Allah, insya Allah”

Subhanallah , begitulah para penegak agama Allah member tauladan bagi kita”! maka mari sekarang kita bedah hikamh dari cerita ini :”

Ada hari-hari yang datang kepada kita, pada saat itu kita begitu lelah, pada saat itu keinginan terbesar kita adalah tidur dan bersantai untuk menghilangkan rasa lelah kita. Maka pada hari seperti itu adalah hari dimana kita perlu bertanya pada diri kita sendiri sebuah pertanyaan yang begitu mendasar tapi sangat berarti penting bagi perjalanan kehidupan kita. Pertanyaannya adalah “ kemana kita akan menuju dengan kehidupan ini ? jika jawabannya adalah pergi menuju Allah (inna lillahi wa inna ilaihi raji’un {sesungguhnya kami milik Allah dan kepadanya lah kami kembali (QS al-baqarah(2) ayat 156)}) , maka bangunlah untuk menghadapi rasa lelah itu, kemudian dapatkan kembali kekutan kita untuk berjuang dijalanNya, Karena surga sesuatu yang sangat berharga dan sesuatu yang berharga itu tidak dapat dicari dengan bersantai ria apalagi dengan bermalas-malasan, tetapi sesuatu yang berharga itu pasti didapat dengan penuh perjuangan dan pengorbanan

“ Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, Padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, Sesungguhnya pertolongan Allah itu Amat dekat.” (QS al-baqarah(2) ayat 214)

.   Selanjutnya jika pertanyaan tadi “ kemana kita akan menuju dengan kehidupan ini ? jika jawabannya adalah mencari kehidupan dunia maka sadarilah kelelahan yang diberikan Allah itu adalah suatu berkah, karena dengan kelelahan itu Allah hendak mengingatkan kita bahwa kita perlu untuk mengubah arah dan memperbarui tujuan hidup kita didunia ini.

Pada saat seseorang memfokuskan tujuanya keSurga Allah, Skala prioritas mereka berubah dan cara pandang mereka tentang kehidupan inipun berubah , apa yangdianggap sulit akan terasa mudah apalagi yang mudah seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Dan apa yang dianggap bencana akan terasa dianggap hadiah dan apa yang dianggap hambatan meraka anggap peluang untuk mendekatkan diri kepada Allah untuk berdoa dengan penuh ketulusan. Dan ketika sklala prioritasnya adalah surga  maka dunia bagaikan sesuatu yang kecil dan tak berharga , sehingga orang-orang tersebut siap setiap saat untuk meninggalkan dunia jika diseru mendapat tugas untuk kehidupan akhiratnya.

Didalam cerita itu kita juga dapat mengambil hikmah bagaimana si anak memulai pertanyaannya dengan kata “ abi “- sebuah cara yang manis dalam bertanya kepada ayahnya lalu disambung dengan kata “ kapan kita dapat bersantai“ ? maka perhatikan dia tidak mengatakan “ kapan aku dapat bersantai ayah”? . dari kata “kita”,  meskipun si anak ingin bersantau? Dia tidak egois dan juga peduli dengan kondisi ayahnya. Hal ini menunjukkan bahwa ayah dan anak telah bekerja sama dalam melakukan suatu pekerjaan. Sekarang adalah masalah kita hari ini bukanlah bahwa kita lelah, tapi saat ini masalah kita adalah bahwa kita terlalu banyak bersantai. Kita melakukan segalanya untuk bersantai, bahkan kita harus menipu,tidak memenuhi janji, berbohong dll hanya untuk  satu tujuan yaitu “ bersantai”. Maka hanya ingin bersantai , kita tinggalkan tahajjud (seperti sayaaaa……!), kita tinggalkan sholat fajar (nhi juga seperti sayaaaaaaaa..!), kita tinggalkan menuntut ilmu agama dll. Semua itu kita lakukan hanya untuk mengatakan : “ saya perlu rileks”

Maka mari temen-temen (khususnya diri saya), ada banyak relaksasi dimana kita akan pergi, tapi ini buka saatnya untuk melakukan itu .. tugas berat sekarang ditangan kita, seorang pemuda itu seperti pelari estafet yang harus siap meneruskan perjuangan para pendahulunya. Mari kita semua bekerja untuk tujuan yang satu dan kekal dan menjadi produktif dijalan Allah,hingga suatu saat nanti anak-anak kita mendekati kita lalu bertanya : “Abi atau ummi: “ kapan kita dapat bersantai? Dan kita akan memberi senyuman yang manis dan melihat mata mereka seraya berkata “ ketika kita memasuki surgaNya Allah,insya Allah

Salam Qolbussalam

About qolbussalam

perjuangan adalah seni kehidupan

Posted on 27/10/2011, in perjuangan, renungan and tagged , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: