Nasehat Ayah Untuk Putri Tercinta (Sebab Mekarmu Hanya Sekali)


Ketika angin zaman menerpamu

Di atas cadas ataupun lumpur cemar

Teruslah mewangi wahai kuntumku

Tetaplah indah di padang liar

Hingga kaulah yang akan dipetik

Sebab mekarmu hanya sekali!

—-  (Haikal Hira Habibillah) —-

Putriku terkasih,…!! Memandang lelapmu dalam dekapan sang ibu selama ini, selalu membuatku yakin bahwa segalanya akan berjalan baik-baik saja. Menikmati lembut nafasmu di atas buaian, selalu membuat nyaman perasaanku di saat itu. Lalu masamasa yang indah itu dengan cepat telah berlalu. Dan usia terus saja mengambil jatahnya. Hingga ketika hari telah berganti minggu, dan bulan pun menapak tahun, tiba-tiba baru kusadari bahwa tak lama lagi kau akan lepas dari sisiku. Karena sudah tiba waktunya kau harus pergi. Menjemput kehidupan

milikmu sendiri. Ya, sudah saatnya kau harus kulepaskan menuju kehidupan baru di luar sana.

Dunia luar! Adalah sebuah tempat yang sama sekali tak ramah, putriku. Sebuah ruang di mana kau harus mampu untuk tetap bertahan di tengah-tengah segala ancaman yang bakal terus menghadangmu. Dengan bumi yang semakin tua serta dipenuhi oleh beragam fasilitas yang seharusnya bisa lebih memudahkan kehidupan. Tapi ternyata semua itu justru membuat realitas kehidupan makin bertambah kacau dan carut marut. Hari-hari terakhir ini, segala bentuk kekerasan dan tindak jahiliyah sudah menampakkan diri secara terangterangan.

Pergaulan bebas dengan bermacam latar belakang dan sebabnya telah makin menjauhkan manusia dari kehidupan yang ideal. Percampuran antara pria dan wanita yang melanda setiap jengkal bumi telah menjadi pemandangan biasa dan wajar. Dan tanpa disadari oleh siapa pun, ‘kewajaran’ itu mulai menampakkan gejala-gejala yang membahayakan. Ya, berbagai macam dampak negatif atas budaya ikhtilath (campur baur antara laki-laki dan perempuan) mulai muncul. Dan lagi-lagi, kaum wanita seperti dirimu adalah yang pertama kali merasakan akibatnya, langsung maupun tidak. Lalu liputan dari berbagai media yang Cuma berisikan berita-berita memiriskan jiwa. Semuanya berlombalomba untuk menampilkan sisi bengis dan buram wajah kehidupan. Kejahatan dan kemaksiatan di lingkungan sekitar kita hanyalah masalah waktu. Tak ada lagi sebuah tempat pun yang benar-benar aman.

ingin ku sampaikan sebuah firman Allah Subhaanahu wa ta’ala tentang kehadiran seorang

anak sepertimu bagiku:

وَاعْلَمُوا أَنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ وَأَنَّ اللَّھَ عِنْدَهُ أَجْرٌ عَظِیمٌ

“Dan ketahuilah bahwa hartamu dan anak-anakmu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar.” (Al-Anfal: 28)

 

Itulah faktanya! Bahwa kehadiranmu yang sangat membahagiakan itu hakekatnya adalah benar-benar hanya sebagai ujian dan cobaan semata. Dengan ilmuNya, telah Dia percayakan engkau dalam asuhan kami. Maka, kau pun harus paham bahwa untuk mengemban amanah berat itu memerlukan suatu proses serta cara yang tepat. Agar ketika tiba waktunya nanti untuk mempertanggungjawabkanmu dihadapanNya, aku akan bisa tersenyum sekaligus membanggakan dirimu. Selanjutnya, tak ada lagi keinginan lain dalam diriku kecuali cita-cita untuk membawamu kepada jalan cahaya yang telah disediakanNya. Hari depanmu yang -bahkan kami sendiri belum tahu- itu harus mampu kau lalui dengan baik. Dan khusus untukmu, wahai putriku terkasih, jadikan segala hal yang telah berlalu itu sebagai kekuatan untuk menyongsong hari esok milikmu yang jelas belum bisa kami bayangkan.

Hari ini, waktu telah mengantarmu pada kedewasaan yang begitu mempesona. Masa berganti rupa dan usia menapak dewasa. Tak terasa, kau telah tumbuh menjadi seorang gadis remaja. Di depan sana, gerbang dunia luar yang terbuka lebar-lebar telah siap menyambutmu dengan segenap kegenitan serta gemerlap yang menggoda. Sungguh, melepaskanmu di tengah masyarakat yang begitu awam terhadap syariat Islam, selalu membuatku bimbang. Menyadari bahwa taring-taring tajam kehidupan yang menganga itu selalu siap menerkammu, memaksaku untuk sekali lagi mengingatkanmu. Tapi kau pun harus tetap melangkah ke depan. Oleh sebab itu, dengarkanlah pesanku, wahai putri tercinta! Perhatikanlah segala fenomena di sekelilingmu yang bisa membuatmu kalah oleh kehidupan. Sudahkah kau menyadarinya?

—– ( Haikal Hira Habibillah : “Sebab Mekarmu Hanya Sekali” ) —–

About qolbussalam

perjuangan adalah seni kehidupan

Posted on 10/11/2011, in Wanita and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: