Generasi Utama


” kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya ahli kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.” (QS Ali Imran (3) ayat  110)

Dakwah Islamiyah telah melahirkan suatu generasi manusia yang paling luar biasa, generasi sahabat Rasulullah SAW, Ridhwanullahi alaihim, itu adalah suatu generasi yang paling

istimewa di dalam sejarah Islam dan di dalam sejarah kemanusiaan seluruhnya. Generasi itu tidak pernah muncul dan timbul lagi sesudah itu, walaupun terdapat juga beberapa peribadi dan tokoh tertentu di sepanjang sejarah, tetapi tidaklah lahir lagi segolongan besar manusia, di satu tempat yang tertentu pula, seperti yang pernah  telah muncul dan timbul di dalam peringkat pertama dari penghidupan dakwah ini. Ini adalah satu fakta dan kenyataan yang terang dan nyata yang sekarang memang telah berlaku, mempunyai maksud-maksud tertentu yang perlu kita perhatikan dan sayogya nya kita merenungkan suatu hal, agar kita  dapat  menyelami apa yang ada dibalik rahsianya.

Al-Quran lah yang menjadi sumber utama yang menjadi sumber dakwah yang sekarang ini masih berada bersama-sama kita. Hadis Rasulullah SAW dan petunjuk-petunjuk daripada perjalanan hidup dan sirahnya yang mulia itu juga masih ada di samping kita, seperti juga kedua-duanya telah ada bersama-sama dengan generasi yang terdahulu itu, tidak hilang oleh

perjalanan sejarah dan tidak lapuk oleh perkembangan zaman; hanya diri peribadi Rasulullah SAW sahaja yang telah tiada lagi bersama-sama kita sekarang. Adakah ini rahsianya? Ya dua hal itu lah yang menjadi dasar utama bagaimana generasi-generasi terdahulu menjadi sebuah generasi pilihan yang didalam surat ali imran 110 diatas disebut-sebut sebagai ummat terbaik (khaoiro ummatin). Maka karena Al-quran adalah sebuah sumber utama maka Allah SWT telah membuat jaminan untuk memelihara Al-Quran sehingga keaslian/kemurnian sumber utama tersebut tidak mungkin dapat diragukan lagi,

Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan Sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya. (Al-Hijr(15) ayat 9)

Dan telah kita ketahui bahwa dakwah ini begitu tegak pada saat zaman Rasulullah SAW Dan para sahabat-sahabat beliau, sehingga  membuahkan hasil yang baik; lalu beliau diwafatkan-oleh Allah setelah 23 tahun beliau menjalankan tugas berdakwah dan menyampaikan Putusan-putusan  Ilahi. Dan Allah SWT akan tetap memelihara agamaNya ini hingga ke hari kiamat. Dengan demikian maka ketiadaan diri peribadi Rasulullah SAW itu tidak boleh dijadikan jawaban di atas kegagalan dakwah di zaman ini.

Yang demikian kita perlu selidiki sebab lain yang menjadi puncak kegagalan itu. Mari kita lihat kepada sumber pengambilan generasi pertama itu. Mungkin sesuatunya telah berubah. Kemudian kita lihat pula kepada program dan jalan yang telah dilalui mereka, barangkali ada sesuatu yang berlainan dan berbeda. Sumber pokok yang dijadikan acuan utama oleh generasi pertama itu ialah Al-Quran. Dengan Al-Qur’an itu Rasulullah SAW bertujuan membentuk satu generasi yang bersih hatinya, bersih pemikirannya, bersih pandangan hidupnya, bersih perasaannya, dan mumi jalan hidupnya dari sebarang unsur yang lain daripada landasan Ilahi yang terkandung dalam Al-Quranul Karim. Generasi sahabat-sahabat itu menerima panduannya daripada sumber yang

tunggal itu sahaja. Oleh kerana generasi itu telah berhasil membentuk sejarah gemilang di zamannya. Tetapi apakah yang telah terjadi pada generasi kita sekarang ini kemudian? Dizaman ini al-quran tidak lagi menjadi sumber utama , mereka lebih bangga jika memekai konsep ala barat, bercampurnya falsafah-falsafah yunani, dengeng-dongeng nenek moyang yang lebih mereka yakini, buku2 karangan orang asing, kepentingan hawa nafsu yang diperturutkan dan semua hal-hal yang berkaitan dengan  keberadaan zaman modern. Inilah factor yang sangat besar yang mempenaruhi kualitas dari sebuah cetakan generasi,mereka telah kehilangan ruh yang menjadi spirit wujudnya ummat terbaik bahkan mereka cenderung kepada hal-hal yang membuat mereka menjauh dari Allah. Di sana ada satu lagi faktor asasi selain daripada perubahan sumber itu, yaitu berbedanya cara menerima pengajaran antara generasi para sahabat Rasulullah SAW

dengan generasi-generasi kemudiannya. Mereka, yakni para sahabat Rasulullah di dalam generasi pertama itu tidak mendekatkan diri mereka dengan Al-Quran dengan tujuan mencari pelajaran dan bahan bacaan, bukan juga dengan tujuan mencari hiburan dan penglipur lara. Tiada

seorang pun dari mereka yang belajar Al-Quran dengan tujuan menambah bekal dan bahan ilmu semata-mata untuk ilmu dan bukan juga dengan maksud menambah bahan ilmu akademi untuk mengisi dada mereka sahaja. Tetapi mereka belajar Al-Quran  untuk dijadikan pedoman untuk melakukan aktivitas dalam kehidupan sehari-hari, mereka mempelajari Al-Qur.an untuk bahan pengamalan disetiap tindakan, seperti seorang perajurit menerima, “arahan harian” yang serta merta siap untuk dilaksanakan. kerana hal itulah menjadikan Al-Quran telah sehati dan menjadi daging, darah mereka. Perasaan ini jugalah yang menanam Al-Quran ke dalam jiwa mereka hingga ia meresap menjadi panduan dalam gerakan mereka, ia melahirkan pelajaran yang menggerakkan aktiviti, pelajaran yang tidak lagi merupakan teori yang bersarang di dalam kepala manusia dan di halaman kertas dan akhbar-akhbar sahaja, bahkan ianya menjadi kenyataan yang melahirkan kesan dan peristiwa yang mengubah garisan hidup. Dan setiap ada seruan yang ada dari Al-Quran dan rasulnya hanya satu reaksi mereka “ kami dengar dan kami patuh”

“ Sesungguhnya jawaban oran-orang mukmin, bila mereka dipanggil kepada Allah dan Rasul-Nya agar Rasul menghukum (mengadili) di antara mereka ialah ucapan. “Kami mendengar, dan Kami patuh”. dan mereka Itulah orang-orang yang beruntung.” (QS An-nur(24) ayat 51)

“ dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. dan Barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya Maka sungguhlah Dia telah sesat, sesat yang nyata.” (QS Al-Ahzab (33) ayat 36)

 

 

 

 

 

 

About qolbussalam

perjuangan adalah seni kehidupan

Posted on 16/11/2011, in iman and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: