“Kita Sampaikan Pada Mereka Dengan Cinta”


Kitakan sampaikan pada mereka dengan cinta

Tuhan adalah Allah semata

Tak ada satupun yang dapat menyamai, Dialah pencipta semesta

Kitakan sampaikan pada mereka dengan cinta

Allah tiada sekutu bagiNya

Maha Suci dari yang menyerupai, Ia tak berputra, tak beribu Bapak

Kitakan sampaikan pada mereka dengan cinta

Tentang teladan hidup mereka

Disambut insan utama Rosul tercinta

Sampaikan Sholawat salam kepadanya”

(Seismic :“Kita Sampaikan Pada Mereka Dengan Cinta”)

“ dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, Maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara Dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia.” (QS Fushilat (41) ayat 34)

 Inilah islam , sebuah agama penabur cinta ,penuai keadilan dan penanam kesantunan. Islam adalah agama yang menyebarkan kerahmatan bagi setiap insan manusia dimanapun berada. Agama islam ini agama yang suci dan secara otomatis agama ini tidak akan pernah tersampaikan oleh orang-orang yang didalam hatinya terdapat hati yang kotor dan juga bagi yang menerima agama ini haruslah mempunyai hati yang bersih didalamnya karena jika tidak maka agama ini tidak akan terserap maknanya.. Islam tersebar dengan penuh sikap kecintaan antara sesama manusia walaupun sejatinya islam agama yang berisi  tetang semua kebaikan untuk manusia tetapi pada kenyataannya agama ini tetap saja ada yang menolaknya,bahkan kebencian,kemurkaan, dan penghinaan terus ditujukan kepada agama ini, oleh orang-orang yang belum mengetahui hakikat islam. Tapi dengan penuh keicintaan dan kedamain para penyampainya ,lmabat laun  dengan kesabaran mereka,dengan pribadi merekan dan dengan sikap mereka ,agama ini mulai dapat diterima dan oleh para insane seluruh  manusia, mereka mulai menyadari betapa agung risalah agama ini. penyebaran islam tidaklah seperti apa yang dikatakan oleh orang-orang yang membenci islam dengan mengatakan islam  adalah agama teroris ,islam adalah agama yang suka berperang dll itu semua tidaklah benar,karena islam dibawa oleh orangorang yang berlakhak mulia lagi terpercacya. Penyebaran Islam disampaikan dengan penuh rasa kaksih sayang . rasa cinta terhadap sesame dan menghapus  kezhaliman yang telah mengakar. Jika islam disampaikan dengan cara cara kekearasan maka agama ini tidak akan pernah terebar luas sampai keseluruh dunia. Inilah agama yang dikomandai oleh nabi Muhammad Saw yang dengan semua prilakunya beliau langsung member contoh dan suritauladan yang baik dalam hal menyampaikan risalah agama ini. satu hal yang beliau tanamkan kepada ummatnya , yaitu menyempikan dengan ihsan,dengan keagungan budi pekerti dan rasa cinta kasih. Masih teringat dibenak kita bagaimana beliau Nabi Muhammad Saw memberikan tauladan bagi kita dalam menyampaikan risalah agung ini,

  • Pernah Seorang lelaki Arab bernama Tsumamah bin Itsal dari Kabilah Al Yamamah pergi ke Madinah dengan tujuan hendak membunuh Nabi Shalallahu alaihi wa sallam.
  • Saat dia sudah sampai dimajlis nabi, umarpun menghadangnya dan bertanya kepada Tsumamah tentang keperluan apa dia datang kemari,maka Tsumamah  dengan terus terang berkata bahwa dia hendak membunuh nabi , maka akhirnya umarpun menghadapinya dan mereka bergulat , umarpun menang dan berhasil menawannya.  Setelah mengikat Tsumamah di salah satu tiang masjid, Umar segera melaporkan kejadian ini pada Rasulullah. Rasulullah segera keluar menemui orang yang bermaksud membunuhnya. Setibanya di tempat pengikatannya, beliau mengamati wajah Tsumamah baik-baik, kemudian berkata pada para sahabatnya, “Apakah ada di antara kalian yang sudah memberinya makan?”

Para shahabat Rasul yang ada disitu tentu saja kaget dengan pertanyaan Nabi. Umar yang sejak tadi menunggu perintah Rasulullah untuk membunuh orang ini seakan tidak percaya dengan apa yang didengarnya dari Rasulullah. Maka Umar memberanikan diri bertanya, “Makanan apa yang anda maksud wahai Rasulullah? Orang ini datang ke sini ingin membunuh bukan ingin masuk Islam!” Namun Rasulullah tidak menghiraukan sanggahan

Umar. Beliau berkata, “Tolong ambilkan segelas susu dari rumahku, dan buka tali pengikat orang itu”. Walaupun merasa heran, Umar mematuhi perintah Rasulullah. Setelah member minum Tsumamah, Rasulullah dengan sopan berkata kepadanya, “Ucapkanlah Laa ilaha illa- Llah (Tiada ilah selain Allah).” Si musyrik itu menjawab dengan ketus, “Aku tidak akan mengucapkannya!”. Rasulullah membujuk lagi, “Katakanlah, Aku bersaksi tiada ilah selain Allah dan Muhammad itu Rasul Allah.” Namun Tsumamah tetap berkata dengan nada keras, “Aku tidak akan mengucapkannya!” Para sahabat Rasul yang turut menyaksikan tentu saja menjadi geram terhadap orang yang tak tahu untung itu. Tetapi Rasulullah malah membebaskan dan menyuruhnya pergi.

Tsumamah yang musyrik itu bangkit seolah-olah hendak pulang ke negerinya. Tetapi belum berapa jauh dari masjid, dia kembali kepada Rasulullah dengan wajah ramah berseri. Ia berkata, “Ya Rasulullah, aku bersaksi tiada ilah selain Allah dan Muahammad Rasul Allah.” Rasulullah tersenyum dan bertanya, “Mengapa engkau tidak mengucapkannya ketika aku memerintahkan kepadamu?” Tsumamah menjawab, “Aku tidak mengucapkannya ketika masih belum kau bebaskan karena khawatir ada yang menganggap aku masuk Islam karena takut kepadamu. Namun setelah engkau bebaskan, aku masuk Islam semata-mata karena mengharap keredhaan Allah Robbul Alamin.” Pada suatu kesempatan, Tsumamah bin Itsal berkata, “Ketika aku memasuki kota Madinah, tiada yang lebih kubenci dari Muhammad. Tetapi setelah aku meninggalkan kota itu, tiada seorang pun di muka bumi yang lebih kucintai selain Muhammad Rasulullah.”

  • Ketika Rosul SAW hijrah ke Thoif, beliau dilakukan semena-mena oleh penduduk Thoif, sehingga badannya penuh dengan luka dan darah.    Namun Nabi berdo’a kepada Allah SWT dengan penuh rasa bersalah karena tidak berhasil berdakwah di negri Thoif, dalam do’anya tidak satu katapun yang menyalahi atau mengutuk perlakuan penduduk Thoif terhadap dirinya, beliau hanya memohon ampunan dan petunjuk kepada Allah SWT. Maka Rosul SAW kembali ke kota Makkah, dan di pertengahan jalan malaikat penjaga gunung minta izin kepada Rosul SAW untuk menjatuhkan dua bukit di sekitar Thoif ke tengah-tengah penduduk yang ingkar itu. Tapi Rosul SAW menjawab : “Jangan, aku berharap anak cucu dari mereka nanti kaum penyembah Allah.” Lalu Nabi berdo’a “Ya ALLAH berilah petunjuk kepada kaumku, karena mereka tidak tahu”. Dengan kelembutannya Nabi SAW memaafkan penduduk Thoif, bahkan Nabi SAW mendo’akan mereka agar diberi hidayah.

Setiap hari Nabi SAW hendak berjalan menuju masjid, beliau selalu diludahi oleh orang kafir. Namun pada suatu hari beliau lewat di jalan yang sama, dan tidak ada yang meludahi beliau seperti hari-hari sebelumnya, maka Nabi SAW bertanya kepada sahabat tentang keberadaan orang yang meludahi dirinya. Setelah diberitahu bahwa orang tersebut sedang sakit, maka beliau menjenguk orang itu dan berdo’a agar Allah memberikan hidayah dan menyembuhkan penyakitnya. Subhanallah, dengan kelembutannya Nabi membalas kejahatan dengan kebaikan

“dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, Maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara Dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia. sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai Keuntungan yang besar.” (QS Fushilat (41) ayat 34-35)

  • Ketika Fathu Makkah, dan Abu Sufyan bertanya kepada Nabi SAW “Apa yang akan diperbuat terhadap kaum kafir Quroisy?.” Beliau hanya menjawab : “Hari ini adalah hari kasih sayang”. Setelah melaksanakan sholat Rosul SAW berkhutbah di depan pintu Ka’bah : “Hai kaum Quroisy, apa yang hendak aku perbuat?”. Mereka menjawab “Yang baik-baik, wahai saudara pemurah, dan anak dari yang pemurah”. Maka Rosul SAW bersabda : “Aku akan berkata seperti ucapan Yusuf kepada saudaranya, “Hari ini tak ada cercaan bagi kalian. Kalian bebas”. Dengan kelembutannya Nabi SAW mengampuni kesalahan-kesalahan orang-orang kafir, padahal sebelumnya mereka sering melakukan teror, siksaan, dan membantai umat Islam.
  • Setelah Nabi SAW meninggal dunia, Abu Bakar RA bertanya kepada Aisyah : “Adakah perbuatan Nabi yang belum pernah aku perbuat ?, jika memang ada beritahulah aku.” Maka Aisyah bercerita : “Setiap hari Nabi SAW keluar dengan membawa makanan untuk menyuapi seorang kakek buta yang beragama Yahudi. Dan kakek itu tidak tahu siapa yang menyuapinya sampai saat ini. Setiap Nabi SAW menyuapi sang kakek, terlontar ucapan sinis dari mulut kakek mencaci Nabi Muhammad SAW. Dan Nabi tetap menyuapinya sampai beliau wafat.” Setelah mendengar cerita dari Aisyah, Abu Bakar segera menemui kakek Yahudi itu dan meneruskan perbuatan Rosul SAW, ia memberi makan dan menyuapi sang kakek. Namun si kakek berkata : “Siapakah anda ? makanan yang anda berikan dan cara anda menyuapi berbeda dengan orang yang biasa menyuapi aku sebelumnya.” Abu Bakar menjawab : “Yang biasa memberi engkau makan adalah Nabi Muhammad SAW, dan kini beliau telah tiada.” Setelah mendengar jawaban itu si kakek menangis dan merasa malu, karena yang menyuapi dirinya selama ini adalah Nabi yang selalu dihina dan dicaci olehnya. Maka kakek itu masuk Islam.
  • Ketika perang Mut’ah melawan orang-orang kafir, Nabi berpesan kepada para sahabat : “Jangan membunuh wanita, anak-anak, orang tua, dan jangan mengganggu pendeta-pendeta yang sedang beribadah, dan jangan merusak pepohonan.” Subhanallah, walaupun dalam keadaan perang, dengan kelembutannya Nabi tetap melindungi orang-orang lemah. Bahkan dalam suatu hadits dijelaskan bahwa Nabi melarang mengganggu orang kafir yang damai

Satu hal yang dicontohkan nabi kepada kita bahwa saat kita mengajak orang dalam menggapai kebenaran, kita harus mampu membuat orang tersebut tertarik kepada apa yang kita rasakan , sehingga dari ketertarikan itu orang tersebut mau mendalami kandungan agama ini dan hal yang paling dicontohkan rasulullah saw dalam menarik orang agar dapat menerima agama ini adalah amal perbutan yang baik. lembut tutur bicaranya  menarik hati setiap orang yang mendengar hingga mendekatinya,  kesopanannya memikat dihati, tingkah lakunya mendaimakan jiwa dan cara rasulullah dalam mengajak manusia keagama ini ialah dari sebuah ungkapan hati ke hati. semua itu adalah segelintir gambaran suri tauladan yang diberikan nabi kepada ummatnya dan inilah yang diajarkan islam penuh kasih sayang, keluhuran budi dan kesopan santunan. Maka tak heran agama islam dapat diterima oleh semua insan , bukan saja hanya kalangan bawah tetapi semua lapisan manusia. Karena pada hakekatnya manusia mempunyai sebuah titik kilas balik dimana pada saat dia bersalah atau menempuh jalan yang salah maka hatinya tidak dapat dibohongi, hati itulah yang akan membimbim pemiliknya untuk mencari dimana sebuah jalan yang benar , pada saat itulah sebuah seruan yang penuh dengan perasaan dibutuhkan untuk membimbingnya dalam mencari jalan yang benar.

“apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, Maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa). Sesungguhnya Allah memperhitungankan segala sesuatu.” (QS An-Nisa’ (4) ayat 86)

Maka tidaklah benar jika ada yang mengatakan bahwa islam adalah agama yang sering menyakiti , karena didalam islam jika seorang mukmin diperlakuakan dengan keburukan maka kita disuruh untuk membalasnya dengan kebaikan, apalagi jika kita diberikan sebuah kebaiakan  maka kita disuruh untuk membalas kebaikan dengan balasan yang lebih atau paling tidak adalah kebaikan yang serupa.


About qolbussalam

perjuangan adalah seni kehidupan

Posted on 02/12/2011, in Dakwah and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: