Seorang Ibu Itu Sebuah Dunia Berjuta Cinta (Memperingati Hari Ibu..)


  “dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. jika salah seorang di antara keduanya atau Kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, Maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya Perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka Perkataan yang mulia

dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil”. (QS al-isra’ (17) ayat 23-24)

“dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam Keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun[1180]. bersyukurlah kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.”  (QS al-luqman (31) ayat 14)

Seorang ibu dalam kenyataan sehari-hari—nyaris menjadi sebuah hal yang biasa saja. Di sekeliling kita tetangga –tetangga , teman-teman sekantor,  sanak family selalu kila dapatkan sesosok seorang ibu. Nothing special (tidak ada yang special). Ibu ada di mana-mana.  Semua begitu rutin begitu biasa. Bahkan, tak pernah terpikirkan oleh kita ada yang istimewa saat sarapan terhidang di meja. Mungkin sekaranglah saat untuk bertanya. Benarkah itu semua biasa saja? Benarkah kehadiran ibu tak istimewa , Adakah ibu pernah bercerita, siapa yang ada dibalik senyumnya itu? Kiranya ibu pun tak pemah menganggap dirinya istimewa. Memang biasa saja. Semua dijalaninya sebagai suatu ketetapan Allah yang diterima dengan penuh ridha. Namun, justru di situlah nilai lebihnya. Di keridhaannya yang menumbuhkan energi pembangkit kehidnpan Di keluasan hatinya yang selalu menyemaikan harapan …. Sepintas semna mamang tampak biasa saja. Namun, ada yang begitu istimewa, nun di kedalaman hati ibnnda yang hanya  dapat terjangkau oleh mereka-mereka yang bersedia meluangkan sedikit waktu untuk memahami arti cinta.

SEHELAI SELENDANG KASIH yang disematkan kepada kita disaat malam menjelang makin kelam menyelimuti makhluk-makhluk Allah yang baru saja seharian memenuhi kehidupan

Dibawah Angin malam yang cukup kencang bertiup,  Seorang ibu yang selalu menjaga, mendekap kita dan mengasihi kita pada saat kita tidak dapat melakukan apapun kala itu, tangan lembutnya selalu membelai  kita dengan penuh harapan kelak kita akan menjadi anak yang baik akhlaknya ,

Senandungnya perlahan kembali menggema, senandung istighfar dan puji- pujian …. Sesekali wajahnya tengadah dan kedua Iangan menangkup doa, “Rabbi, berkahilah hidup   ., berilah keutamaan pada anak-anak kami …, ” `

Dan demikianlah seorang ibu menapaki harinya hanya untuk menjadikan anaknya menjadi manusia mulia, tidak ada sesuatupun kecuali sesuatu itu adalah kebaikan dan kemuliaan yang selalu diiringkan kepada kita. dengan pengorbanannya dia berjuang untuk keberadaan kita saat kita akan lahir, tidak berhenti disitu jiwa raganya diberikan untuk belahan hatinya, bahkan melampaui batas-batas kekuatannya, dia rela menempuhnya

demikianlah sejarah mencatamya. Dari ibu Hawa hingga Khadijah r.a., semuanya terekam di sanubari bumi. Seorang ibu senantiasa hadir tanpa diminta, selalu menyapa dengan kehangatannya. Ibulah yang manghidupkan hari-hari. Senyumnya, air matanya, belaiannya, dan doa-doanya yang tak pemah putus.

sebab dia sadar ada kehidupan yang tengah dia rajut, menjadi seuntaian pakaian yang rupawan , Begjtu pula ibu-ibu yang mengurus rumahnya di halaman depan hingga kamar mandi, atau ibu·ibu yang berdesak-desakan di KRL berangkat dan pulang kerja, juga ihu-ibu yang bermandikan peluh di pasar yang pengap, Mareka semua menyadari, ada sebuah generasi yang tengah tumbuh dan membutuhkan curahan seluruh potensi ibu.

Hingga manalakala ada massa, yang sempat merekam kehadiran seorang ibu yang melebihi daripada  ibu menanti kehadiran dari anak-anaknya, maka kiranya  demikian Pantas  Allah menjadikan kemuliaan itu senantiasa menghiasi mereka. Ketika itulah seorang ibu membentangkan salendang kasihnya selebar dunia, menyalimuti persada dengan berjuta kecintaan sejati pada generasi yang sedang bersemi

Subhanallah

—  digubah dari buku —

– judul : “Seorang Ibu Sebuah Dunia Berjuta Cinta”

– penulis  : “ammatullah shafiyyah”

About qolbussalam

perjuangan adalah seni kehidupan

Posted on 22/12/2011, in Wanita and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: