Lukisan Kehidupan


“ menjadi Muslim adalah menjadi kain putih lalu Allah mencelupnya menjadi warna ketegasa, kesejukan, keceriaan dan cinta rahmat bagi semesta alam, aku jadi rindu pada pelangi itu, pelangi yang memmancarkan celupan warna illahi. Telah tiba saatnya, derai berkilau islam tak lagi terpisahkan dari pendar menawan seorang muslim. Dan saksikan bahwa aku seorang muslim ”  ( Salim A Fillah)

 

Terhamparnya kanvas dunia yang sekarang sedang kita goreskan melalui perbuatan,  untuk membuat sebuah lukisan kehidupan yang penuh warna ini tersaji dalam hidup kita sekarang, semoga lukisan hidup yang kita buat sekarang dan hari esok dicampuri dengan pewarnaan Allah dan kehendakNya, dan semoga kita menjadi salah satu kuas yang dipilih Allah untuk mewarnai kanvas itu dengan lukisan keimanan, ketauladanan dan keberjuangan dijalan Nya. kehidupan adalah sebuah perjalanan yang akan kita lalui suka atau tidak, karena saat ini kita sekarang sudah lahir ke dunia ini.  Melalui waktu yang diberikan Allah kepada kita didunia ini bukan hanya umur saja yg diberikan Allah tapi semua yang menunjang kehidupan kita sekarang semuanya dicukupi oleh Allah. Tetapi akan menjadi sebuah pertanyaan didalam diri kita, apakah kehidupan kita akan diwarnai dengan sebuah pewarnaan yang indah yang penuh akan petunjuk Allah yang telah mencukupi kehidupan kita atau pewarnaan yang didasari dengan sebuah hawa nafsu akan dunia yang membuat kecelakaan bagi kita sehingga kahidupan kita begitu rusak  atau menjadi sebuah lukisan kehidupan yang tak jelas. Semoga kita termasuk orang-orang yang didalam kehidupan kita penuh celupan Allah, pewarnaan Allah, dan goresan kehendak Allah.  hingga akhirnya terciptalah sebuah lukisan kehidupan kita yang diwarnai dengan pewarnaan Allah yang begitu indah, menarik, mempesona, dan tak terduga. Metode kehidupan mana yang lebih baik dari pada metode kehidupan yang telah Allah buat? lebih adil mana jalan kehidupan yang ada didunia ini selain jalan hidup yang ditunjukkan Allah, dan lebih selamat mana, keselamatan didunia ini dari pada aturan keselamatan yg dibuat Allah. Semuanya itu tertuang dalam satu hal yaitu “Agama ALLAH”

Shibghah Allah. dan siapakah yang lebih baik shibghahnya dari pada Allah? dan hanya kepada-Nya-lah Kami menyembah” (QS Al-Baqarah(2) ayat 138)

Allah menurunkan Shibghahnya didunia ini, sebagai sebuah petunjuk kehidupan manusia bukan hanya untuk penyembahan manusia kepadaNya saja  tetapi juga sebagai sebuah petunjuk jalan hidup yang begitu komplek dalam kita mengarungi kehidupan didunia ini. Jika kita pernah membeli barang biasanya kita diberi sebuah buku petunjuk dari sang pembuat barang tentang tatacara menggunakan barang tersebut dan tatacara merawaat barang tersebut tujuannya tidak lain  agar kita dapat menggunakan barang tersebut secara semestinya dan agar barang tersebut  tidak cepat rusak. Mungkin seperti itulah “Agama Allah ini” Allah lah yang menciptakan manusia beserta dunia dan alam semesta ini, maka Allah jugalah yang lebih tahu tentang seluk beluk manusia karena dialah yang menciptakannya, maka Allah memberikan manusia sebuah buku petunjuk yang berupa agama ini untuk kita, supaya manusia dapat menggunakan apa yang ada pd didalam dirinya juga apa yang ada diluar dirinya dengan batasan yang Allah sudah atur didalamnya.

Tetapi kadang kita terlalu congkak untuk mengikuti petunjuk itu dan berusaha mencari sebuah petunjuk hidup selain yang diatur oleh Allah maka akhirnya banyak dari manusia menjadikan diri mereka sendiri sengsara dalam kehidupan ini karena pilihan yang salah yang telah mereka lakukan.

Allah Sang Maha Perencana, arsitek kehidupan manusia, semua yang diberikan Allah kepada kita baik berupa cobaan ataupun nikmat sebenarnya adalah sebuah warna yang sedang dicelupkan kepada kita untuk menjadikan lukisan kehidupan kita menjadi sebuah lukisan yang mempesona. Cobaan dan nikmat yang diberikan Allah kepada kita yang sebenarnya sedang ditujukan agar kita tetap dan lebih dekat padaNya, juga tetap berpegang teguh pada tali agamaNya.

About qolbussalam

perjuangan adalah seni kehidupan

Posted on 30/07/2012, in renungan and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: