Kutuangkan Nasehat Untuk Hatiku & Hatimu


NasehatKadang hidup dalam sebuah putaran waktu dunia yang begitu cepat berlalu ini, kita sering lalai bahkan kadang lupa siapa diri kita, untuk apa kita dan bagaimana kita seharusnya bertingkah laku. terjalnya arus kehidupan, kerasnya tuntutan hidup, berbenihnya tipuan dunia dan mengakarnya kehidupan materiallistis membuat diri kita terjerumus kedalam sebuah lubang gelap yang begitu dalam hingga karna terlalu dalamnya kita tak sanggup melihat cahaya yang menjadi pintu keluar dari lubang itu. langkah yang terus kita tapakkan didalam sebuah jalan yang kita lalui, tidak juga membuat kita sadar dari kelalaian itu, wahana relaksasi yang acap kali kita pakai untuk sebuah perenungan pengembalian jati diri kita, kadang malah membuat kita semakin jauh dari apa yang diharapkan oleh Yang Maha Kuasa. berlarut-larut dan terseret arus bermegah-megahan membuat hati kita sakit, padahal dialah sang radar untuk pembeda antara kebaikan dengan keburukan.

Maka hari ini Marilah kita sejenakkan diri berhenti sejenak untuk mengambil lagi udara kesegaran hati kita untuk mengingatkan hati kita kepada Rabb yang membolak-balikkan hati kita, teman mari kita saling menuangkan nasehat untuk hati kita bersama, agar senantiasa hidup dengan kesegaran hati seorang muslim yang dibimbing cahaya pemberi kehidupan, nasehat yang ddidalamnya penuh kesegaran kehidupan, nasehat yang didalamnya penuh kelemah lembutan, nasehat yang didalamnya penuh cinta dan kasih sayang karna Allah serta rasulnya dan nasehat yang didalamnya penuh ketauladanan iman. Nasehat ini bukan hendak ingin memenuhi hatimu dengan berbagai wejangan yang baik agar kamu menjadi lebih baik, tetapi lebih pada pengingat diriku agar selalu tercambuk dalam hal kebaikan, terlebih lagi bisa bermanfaat untuk hatiku dan hatimu sehingga kita semua dapat menjadikan hari ini lebih baik dari pada hari kemarin.

Ku renung pada langit yang kebiruan.. Subhanallah.. Indahnya ciptaan-MU ya Allah.. Layakkah insan seperti aku ini berjalan dengan penuh megah? Sedangkan aku ini hanya berasal daripada setitis air mani yang hina.

Ya Allah, terlalu banyak dosa yang aku lakukan sehingga tidak terhitung olehku. Aku alpa ya Allah.. Aku lupa bahawa aku ini hanya insan yang lemah. Tanpa sebarang kekuatan, dan jika Engkau tiada untuk membantu, apalah dayaku.. Namun, seringkali aku berbuat kemungkaran tanpa menghitung pahala dan dosa.

Ya Allah, aku merasa beratnya beban yang ditanggung ini. Sepatutnya aku menjadi pendokong dalam meneruskan dakwah islam, namun aku sendiri menghancurkan diri sendiri. Aku malu ya Allah.. Malu padaMu dan malu pada semua yang memandang tinggi kepadaku.

Ya Allah, bantulah aku. Bantulah hambamu ini untuk berhijrah ke arah kebaikan. Bantulah aku untuk menjalankan tanggungjawabku sebagai seorang islam. Bantulah aku ya Rahman. Mungkinkah suatu hari nanti, dengan kasih sayangMu, aku dapat meninggalkan dosa-dosa yang aku lakukan kini? Dengan rahmat dan kasihan belasMu, aku dapat melaksanakan tanggungjawab ku kepadaMu? Mungkinkah, sedangkan aku selalu membelakangkanMu?

Ku akui, amat susah untuk meninggalkan perkara yang sudah menjadi tabiat. Maksiat itu seakan sebati dengan diriku. Saat aku melakukannya, tiada rasa dosa dan bersalah di dalam diriku. Meskipun ia suatu kemungkaran, kerana sudah terbiasa.., ku fikirkan banyak lagi masa untuk bertaubat.

Hakikatnya aku sedar ya Allah… Hari demi hari umurku semakin berkurang.. dan berkurang.. sehinggakan pada suatu masa nanti.. sudah tidak mampu lagi untuk bertaubat kerana kesakitan menghadapi sakaratul maut. Dan mungkin juga tiada sempat untuk aku bertaubat lantaran nyawaku ini hanyalah satu pinjaman. Bila-bila sahaja Engkau akan mengambilnya tanpa ku duga.

Mungkinkah pada waktu itu baru aku hendak menyesal? Sedangkan peluang dan masa ku tiada lagi untukku. Aku tidak mahu ya Allah.. Sungguh aku tidak mampu menanggung seksa azab-MU kerana sakit yang kualami kini pun sudah tidak tertanggung sakitnya. Ini baru ujian di dunia. Apakah di akhirat nanti ku akan menerima azab yang lebih peritnya?

Ya Allah.. Ampunkanlah aku. Hapuskanlah dosa-dosa yang telah ku lakukan selama ini dan terima kasih ya Allah, kerana dugaan yang Engkau timpakan padaku inilah akhirnya yang mengingatkan diriku kembali,  betapa kerdilnya diri ini.

Wahai teman..
Apakah kau masih alpa seperti diri ini jua? Berubahlah.. kerana sahabatmu ini sayangkan dirimu. Dan kerana itulah, aku tidak mahu apa yang berlaku pada diriku, juga terjadi kepadamu. Gunakanlah kesempatan dan peluang yang ada untuk mendekatkan dirimu kepada Allah.

Untuk diriku dan dirimu, ingatlah “Allah tidak akan mengubah nasib sesuatu kaum, melainkan dia yang mengubah nasibnya sendiri”. Saat ini, aku berusaha untuk mengubah diriku dan aku ingin membawa mu bersama-samaku. Ya, bersama-samalah kita menuju ke pintu syurga-Nya. InsyaAllah.

Doakan aku teman…

Penulis : “Ummi Sumaiya Bt Samsuddin@Yasin”

status artikel : “dimodifikasi dengan berbagai tambahan”

About qolbussalam

perjuangan adalah seni kehidupan

Posted on 08/12/2012, in nasihat and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: