Takkan Ku Biarkan Islam Dihancurkan Selagi Aku Masih Hidup (Bag #1)


pejuang islamPara pendahulu kita yang sholeh telah berhasil meraih keunggulan dalam mewujudkan semangat dan cita-cita yang luhur didalam kehidupan mereka.

Mereka telah memberikan andilnya didalam islam ini,

Ataupun mereka telah ikut serta didalam setiap bagian-bagian yang ada, didalam pintu-pintu agama islam ini,

mereka telah mengambil keutamaan yang ada didalam keutamaan agama islam ini.

Didalam ibadah kita tidak akan pernah melihat mereka melainkan sebagai orang-orang yang senantiasa ruku’, sujud, khusuk, menangis serta tunduk dan patuh pada RabbNya.

Didalam menuntut ilmu mereka rela pergi dari satu tempat ketempat lain, mereka rela pergi meninggalkan tempat nikmatnya tidur, rela meninggalkan tempat nikmatnya beristirahat, mereka rela berpisah dari sanak saudara mereka, ibu bapak mereka, saudara-saudara mereka, bahkan anak-anak yang mereka cintai. Terkadang mereka harus merelakan harta  benda yang mereka miliki untuk dijadikan biaya dalam membiayai proses perjalanan menuntun ilmu agama islam ini, mereka benar-benar meluangkan waktunyaaa, tenaganyaa, hartanyaaa dan bahkan jiwa mereka untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang hal islam ini.

Adapun didalam jihad fiisabilillah (berjuang dijalan Allah), Itu adalah sebuah perbincangan yang begitu mengharukan, semua kisah yang ada pada diri mereka, kita akan melihat  betapa besar semangat dan juga betapa luhurnya cita-cita yang mereka miliki.

Karena mereka tahu bahwa dengan berjuang dijalan Allah itu adalah sebuah ibadah yang utama didalam agama islam ini, mereka tahu bahwa dengan berjuang dijalan Allah ini adalah sesuatu yang akan mendatangkan sebuah kebaikan yang tiada putusnya. Maka dari itu jiwa mereka melayang menyongsongnya untuk meraihnya,semangat mereka meletup, mereka menyingsingkan lengan baju mereka untuk berjuang dijalan agama Allah ini dengan sebuah keseriusan, sungguh-sungguh dan totalitas. Mereka memahami benar arti dari sebuah makna  innassholati wanusuku wamahyaya wamamatilillahi Rabil ‘alamiin,  “sesungguhnya sholat mereka, ibadah mereka, hidup serta mati mereka hanya untuk Rabb semesta alam ini”.

Maka Sudah sepantasnyalah jika Allah memberikan mereka sebuah gelar yang agung, sebuah gelar yang diberikan oleh pencipta manusia kepada hambanya, sebuah gelar yang terabadikan didalah QS Ali-Imran ayat 110, sebuah gelar “Umat yang terbaik yang pernah terlahir didalam sebuah kehidupan Manusia”.  Sebuah gelar yang tidak mungkin bisa didapat jika tanpa sebuah pengorbanan serta sebuah perjuangan yang besar.

Maka sudah sepantasnyalah Allah membalas mereka dengan balasan Surga, yang nikmatnya tiada putus. Sebuah hal yang tidak akan pernah mungkin bisa kita dapatkan jika kita bukan termasuk  orang-orang yang beruntung dan orang-orang yang dirahmati oleh Allah.

Sedikit Kisah dari para pendahulu kita yang Shaleh yang dapat kita jadikan pelajaran, saat itu saat wafatnya Rasulullah SAW, Bangsa Arab dilanda arus kemurtadan, kekacaun merajalela, kemunafikan semakin menjadi dan banyak dari orang-orang yang mengaku diri mereka Islam tapi mereka tidak mau membayarkan zakatnya. Maka Saat Abu Bakar Ash Shidiq ditunjuk sebagai khalifah, Beliau harus menanggung beban yang sangat berat, keputusan yang akan diambil oleh beliau akan menjadi penentu nasib agama islam saat itu, apakah islam akan terhenti disini atau islam akan tetap lanjut dan terjaga.

Maka saat Abu Bakar menyatakan sikapnya Dia berdiri sekokoh gunung yang menjulang sebagai benteng pembendung arus kemurtadan, berteriak dari hatinya yang paling dalam dengan penuh tawakal kepada Rabbnya seraya berkata : “ Demi Allah, aku tidak akan pernah membeda-bedakan antara shalat dan zakat, maka barang siapa yang membedakan antara keduanya maka akan aku perangi ia, wahyu telah habis Islam telah sempurna maka tak kan kkubiarkan islam dihancurkan selagi aku masih hidup”

Perkataann ini bukanlah sebuah perkataan yang biasa, tetapi perkataan ini sungguh sebuah kalimat agung yang keluar dari lisan beliau, sebuah perkataan yang terungkap dari hatinya yang paling dalam, sebuah kalimat yang menunjukkan Semangat yang tinggi, Keteguhan tawakal dan kukuh diatas kebenaran. Sebuah kalimat yang menggariskan sebuah jalan yang jelas yang harus ditempuh oleh sesiapapun dari ummat ini.

BERSAMBUNG ……………….

About qolbussalam

perjuangan adalah seni kehidupan

Posted on 25/05/2013, in Dakwah, iman and tagged , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: