Ikatan Yang Terpatri


ikatan aqidah   ” Sesungguhnya ikatan yang mengikat orang-orang dalam agama islam ini adalah sebuah ikatan yang khas, yang menjadi keistimewaan agama ini, dan terkait dengan cakrawala, misi, dimensi serta tujuan yang hanya dimiliki oleh orang-orang yang menjalankan sebuah metode rabbani yang mulia ini.

Ikatan agama ini bukan sebuah ikatan yang diikat oleh darah dan nasab, bukan ikatan tanah air dan bangsa, bukan ikatan kaum dan marga, bukan ikatan warna kulit dan bahasa, bukan ikatan ras dan suku, juga bukan ikatan profesi dan status sosial. Sesungguhnya semua ikatan yang tersebut ini, tanpa terkecuali, kadang kala akan terjalin lalu terputus antara hubungan individu dengan individu lainnya.

Islam adalah akidah yang teratas, diantara keistimewaannya. Akidah ini membangkitkan jiwa seorang mukmin, sebuah perasaan terhormat tanpa disertai kesombongan, Ruh kepercayaan kepada diri sendiri, tanpa terperdaya olehnya, dan menimbulkan perasaan tenang tanpa kenal menyerah dan putus asa.

Akidah ini menanamkan kepada kaum muslimin sebuah perasaan menjadi sosok pemimpin bagi ummat manusia, sebagai tugas yang terpikul diatas pundak mereka.

Selain sebagai pemimpin, juga sebagai pemegang wasiat atas ummat manusia dibelahan timur dan belahan barat, pemegang kepemimpinan dunia untuk melenyapkan kesesatan dan memberikan petunjuk kepada agama yang benar, yaitu jalan yang lurus.

Akidah ini sejatinya mengeluarkan manusia dari kegelapan menuju cahaya yang terang benderang, dengan apa yang telah didatangkan oleh Allah, yaitu sebuah sinar petunjuk dan pembeda antara kebenaran dan kesalahan

“Kamu adalah sebaik-baik ummat, bagi ummat manusia. Kamu menyuruh berbuat baik, melarang berbuat jahat dan beriman kepada Allah” Dan begitulah kami telah menjadikan kamu sebagai ummat yang adil, agar kamu menjadi saksi atas perbuatan manusia dan agar rasul menjadi saksi atas perbuatanmu itu”

Maka Barangsiapa yang bersumpah kepada dirinya untuk menjalani hidupnya demi agamanya, ia kelak akan memiliki hidup yang lelah, tetapi yakinlah ia akan hidup “Megah”.

Dan bahkan jika tentara kegelapan mengepung di sekeliling-nya, ia yakin  sepenuhnya tentang datangnya fajar.

“Sesungguhnya orang yang hidup untuk dirinya sendiri, ia akan hidup kecil dan mati sebagai orang kecil. Sedangkan orang yang hidup untuk umatnya, ia akan hidup mulia dan besar, serta tidak akan pernah mati kebaikannya”

OLEH : “SAYYID QUTB”

About qolbussalam

perjuangan adalah seni kehidupan

Posted on 17/09/2013, in iman and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: