Ibu…, Pemerah Susu Itu Datang..!!


Khalifah Abu Bakar   Kesederrhanaan adalah unsur yang paling menonjol dari keagungan Khalifah Abu Bakar, Sebelum menjadi seorang Khalifah, Abu Bakar adalah seorang pelayan bagi penduduk kampungnya dengan pelayanan yang tak terukur keindahannya.

Di sebelah rumah Abu Bakar  yang jarak antaranya sangat dekat, hiduplah janda-janda tua yang telah ditinggal mati suaminya, juga banyak diantara suami-suami mereka yang gugur ketika membela agama Allah

Banyak dari suami-suami yang telah meninggal  yang juga meninggalkan anak-anak mereka bersama Ibu mereka menjadi yatim, menjadi anak-anak yang telah kehilangan pelukan kasih sayang Seorang ayah.., dan Abu Bakar, biasa mendatangi rumah-rumah mereka  membantu memenuhi kebutuhan mereka, sampai memerahkan susu kambing bagi mereka, setelah selesai mengumpulkan banyak susu kambing  kemudian Abu Bakar akan memasak masakan terbaiknya khusus terkhusus buat anak-anak yatim.

Ketika terdengar kabar bahwa Abu Bakar telah menjadi Khalifah  terdengarlah keluhan-keluhan wanita-wanita janda tua itu, sejak mendengar hal itu dan sejak hari itu, mereka merasa akan kehilangan salah seorang pelayan terbaik mereka yang agung, pelayanan yang hanya bisa dipersembahkan manusia yang berpegang teguh pada Al-Quran dan As-Sunnah

Akan tetapi, dugaan mereka terhadap Abu Bakar menyelisihi dugaan yang mereka khawatirkan pada suatu hari, terdengar ketukan pada pintu salah satu rumah mereka, seorang anak perempuan yang masih kecil berlari-lari untuk membukakan pintu wajah polosnya berbinar dan ia berlari serta berteriak..

“ibuu… ibuu… ibuu… pemerah susu itu datang… !!”

  Sesosok tubuh renta yang usianya telah lebih 61 tahun  tergopoh gopoh datang menghampirinya  yang disambut tawa geli si anak kecil

Sang Ibu anak tadi merasa malu dengan kelakuan anaknya karena yang datang tersebut adalah pemimpin seluruh Umat Islam saat itu yaitu Khalifah Abu Bakar.

Sang Ibu kaget karena tiba-tiba ia dihadapkan dengan kehadiran sang Khalifah Abu Bakar yang mulia, dengan penuh rasa malu ia berkata kepada anaknya

“celakalah engkau, mengapa engkau tidak memanggilnya Khalifatullah ?!!” ucap sang Ibu

Mendengar hal itu  Khalifah berkata secara isyarat kepada sang Ibu agar tidak memarahi anaknya, dengan suara pelan Khalifah berkata “biarkanlah dia, ia telah memanggilku dengan pekerjaan yang paling aku cintai dihadapan Allah”

Lalu sang Khalifah pun mulai melakukan pelayanannya seperti dulu, yaitu memerahkan susu kambing dan membuat adonan roti untuk dimakan mereka.

SUBHANALLAH…. Inilah Sauri Tauladan Pemimpin Islam Yang Luar Biasa

 

About qolbussalam

perjuangan adalah seni kehidupan

Posted on 14/01/2014, in Cerita Hikmah and tagged , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: