Malunya Ramadhan Kami


savegaza_banner copyUMAT  Islam segera menyongsong hari bahagia, hari ied Al Fitri 1435H. Hari disyariatkan untuk berbahagia dan merayakannya dengan sholat Ied dan makan-makan setelah satu bulan menjalankan ibadah syaum Ramadhan. Hari di saat umat Islam bahagia berkumpul dengan keluarga dengan berbagai macam makanan dan pakaian yang bagus bahkan sebagian besar dari kita merayakannya dengan pakaian yang baru. Namun menjelang hari bahagia itu yang tinggal beberapa hari lagi, saudara-saudara kita di belahan bumi lain terutama Gaza harus menyambut hari ied itu dengan lumuran darah baru. Dengan lumuran darah baru.

“Sejak malam hingga pagi ini, Israel kian gencar menyerang wilayah Gaza dengan roket, artileri baik dari jet F16 maupun dari drone pesawat tanpa awak, sejak santap sahur hingga pagi, sudah 37 warga Gaza tewas dan 725 lainnya luka-luka.”, Kamis (24/7/2014), sore jam 15:40 WIB.

“Bahkan sedang santap sahur jam 3 pagi, tiba-tiba pesawat Israel menyisir semua wilayah Gaza dan menyirami seluruh wilayah Gaza dengan gaz beracun, gaz beracun susah bernafas. ”

Indahnya Ramadhan bagi muslim di negara lain khususnya di Indonesia, tapi tak seindah Ramadhan di Gaza,”

“Ibu dan bapak di negara lain khususnya muslim di Indonesia sedang sibuk membeli baju baru untuk anak-anak mereka, tapi anak-anak Gaza harus berlumuran darah baru, anak-anak Gaza tanpa nyawa terpa terbujur kaku tersebar di trotoar jalan raya, ada dari mereka memegang boneka lusuh, sepatu tapi terbujur kaku di sudut jalan,” lanjutnya. “Allah subhanahuwata’ala lebih sayang terhadap kalian wahai anak Gaza Palestina bumi Syam.”

“Pejuang Palestina di Gaza, saat ini mereka berlomba-lomba meraih kesyahidan demi membela agama Allah, Palestina dan masjid Al Aqsa. Seakan mereka iklas berlomba-lomba tak mau antri untuk setor nyawa dan darah kepada Allah subhanahuwata’ala, demi menegakkan kalimat Allah dimuka bumi. Mereka masih berada di barisan depan berhadapan dengan musuh Islam terbesar di dunia yaitu Zionis Israel.” tambah Onim lagi.

“Pejuang Palestina di Gaza saat ini di barisan depan, pantang pulang dan berbuka puasa serta sahur hanya dengan kurma dan air putih.

“Ibu-ibu di Gaza, tersenyum sangat melihat putra mereka berlumuran darah tanpa nyawa, karena mereka syahid mempertahankan agama Allah. Serentak ibu-ibu Gaza pun menawarkan diri untuk dikalungkan ke tubuh mereka bukan kalung emas, akan tetapi mengalungkan bom disekujur tubuh mereka dan berlari menuju tank Israel untuk meledakkan diri.”.

“Bagaimana dengan ibu-ibu muslimah di negara lain termasuk di Indonesia?”

“Para bapak di Gaza mengiklaskan putra mereka mengangkat senjata, berpamitan pergi ke perbatasan antara Gaza dan Israel untuk berhadapan dengan militer Israel dan tak pernah pulang, bagaimana dengan bapak-bapak dan pemuda di Indonesia?”

Dengan tegas pemuda Gaza berkomentar : “Hanya dengan darah dan nyawalah kami dapat membebaskan masjid Al Aqsa dan Palestina.”

“Wahai saudaraku di Indonesia khusus muslim, jangan terhanyut dengan indahnya lebaran, saudara kalian di Gaza dan Suriah butuh doa, butuh makanan, butuh obat-obatan,”

“Dalam sujud, kalian jangan lupa doakan anak-anak Gaza, muslimah Gaza, pejuang Gaza saat ini mereka berada di shaf depan berhadapan dengan musuh Islam dunia yaitu zionis Israel,”

“Saudara kalian, putra Indonesia saat ini sedang bersama rakyat Gaza,”

About qolbussalam

perjuangan adalah seni kehidupan

Posted on 27/07/2014, in Palestina, Peduli Saudara Kita. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: