Arloji Yang Hilang Dan Sang Tukang Kayu


arloji-yang-hilangTerkisah disuatu Desa terdapat seorang tukang kayu yg sudah tua, kecintaannya kepada pekerjaan sebagai tukang kayu membuatnya betah bekerja hingga tak terasa usia telah memakan raganya. Suatu saat ketika Ia sedang bekerja, secara tak disengaja arlojinya terjatuh dan terbenam di antara tingginya tumpukan serbuk kayu. Arloji itu sangat berharga bagi sang Tukang kayu, karna arloji itu adalah sebuah hadiah dari sang istri kepadanya dan telah Ia pakai Sangat lama.

Dia amat mencintai arloji tersebut. Karenanya dia berusaha sedapat mungkin untuk menemukan kembali arlojinya. Sambil mengeluh mempersalahkan keteledoran dirinya sendiri, si tukang kayu itu membongkar tumpukan serbuk kayu yang tinggi itu.Teman-teman pekerja yang lain juga turut membantu mencari arloji tersebut. Namun sia-sia saja. Arloji kesayangan itu tetap tak ditemukan meski sudah banyak teman yang menolongnya.

Tibalah saat makan siang. Para pekerja serta pemilik arloji tersebut dengan semangat yang lesu meninggalkan bengkel kayu tersebut. Lalu kemudian seorang anak yang sejak tadi memperhatikan mereka berusaha membantu mencarikan arloji sang tukang kayu itu, datanglah sang anak mendekati tumpukan serbuk kayu tersebut. Ia berjongkok dan mulai mencari. Tak berapa lama berselang dia telah menemukan kembali arloji kesayangan si tukang kayu tersebut. Si tukang kayu itu pun sangat gembira. Namun dia juga heran, karena sebelumnya banyak orang telah membongkar tumpukan serbuk namun sia-sia. Tapi anak ini cuma seorang diri saja, dan berhasil menemukan arloji itu.

“Bagaimana caranya engkau mencari arloji ini ?”, tanya si tukang kayu kepada anak tersebut. “Saya hanya duduk secara tenang di lantai. Dalam keheningan itu saya bisa mendengar bunyi tik-tak, tik-tak dari detik arloji itu. Dengan itu saya berusaha mencari arah bunyi itu, lama kelamaan saya berhasil mendengar bunyi arloji itu semakin keras dan akhirnya saya tahu di mana arloji itu berada”, jawab anak itu.

Sedikit Ibrah pelajaran dari cerita Diatas :

Keheningan adalah sesuatu yang bisa dikatakan cukup langka di kala-kala ini, setiap orang telah sibuk dengan pekerjaan yg mereka kerjakan, hingga terkadang mereka juga sering bertanya, banyak nikmat-nikmat Allah dulu pernah kita rasakan, akan tetapi rasa-rasanya nikmat itu telah hilang.

Kalau kita mau berhenti sejenak dari kesibukan kita dan kembali berfikir, mungkin nikmat Allah itu masih ada, hanya saja kita kurang memperhatikannya, kita sudah sibuk kepalang dengan hal-hal keduniaan kita. Hingga yg bersemayam sekarang dihati kita mungkin hati yg sudah lalai, bahkan hanya untuk menunaikan kewajiban-Nya pun kita tidak sempat.

Mungkin Kita harus kembali kesuatu tempat yang hening dan tenang agar kita bisa kembali bermuhasaabbah atas semua aktifitas kita selama ini. Ada baiknya kita menenangkan diri kita terlebih dahulu sebelum mulai melangkah menghadapi setiap Sesuatu. Ambil waktu sejenak untuk menenangkan diri sendiri. Di dalam ketenangan dan keheningan, lebih banyak waktu bagi kita untuk mengenal diri sendiri dan menjadi lebih bijaksana dalam menjalani hidup.

Segenggam ketenangan lebih baik dari pada dua genggam jerih payah dan usaha menjaring angin

About qolbussalam

perjuangan adalah seni kehidupan

Posted on 09/07/2015, in Home and tagged , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: