Petuah Qolbu

39) “Ada 4 permata yg tertanam dijasad anak adam dan 4 perkara yg dapat menghilangkannya. Keempat permata itu adalah :

1) Akal
2) Agama
3) Rasa malu
4) Amal shaleh

Kemarahan dapat menghilangkan  Akal, kedengkian dapat menghilangkan agama, sifat rakus dapat menghilangkan rasa malu dan sifat Ghibah ( bergunjing)  dapat menghilangkan amal shaleh. (Nashaihul Ibad)”

38) “ Akan senantiasa dunia ini jadi baik, agama ini jadi baik selama 4 perkara ini diperhatikan oleh manusia :
1) Selama orang2 kaya tidak pelit dengan hartanya, sehingga dia memikirkan akhirat/melakukan kebaikan dengan hartanya.
2) Selama orang2 berilmu / ulama, mengamalkan ilmunya untuk kemaslahatan/kepentingan umat.
3) Selama orang2 yg jahil / bodoh, tidak sombong serta tidak takabur dari apa yg mereka tdk mengerti.
4) Selama orang2 miskinnya tidak menjual agamanya untuk mencari dunia.” (Ali Bin Abi Thalib)

37) “Jadikan 3 hal dalam sikapmu terhadap orang-orang mukmin : 1) jika tdk bisa memberi manfaat, maka jangan membahayakannnya. 2) jika tdk bisa membahagiakan, maka jangan membuatnya sedih. 3) jika tidak bisa memuji, maka jangan mencaci (Yahya Ibn Mu’adz)”

36) “Al-Quran adalah merupakan hujjah untuk kebahagiaanmu – jika kamu mengikuti perintah-perintahnya dan menjauhi larangan-larangannya – dan dapat pula Al-Qur’an sebagai hujjah atas kemalanganmu – jika kamu tidak mau mengikuti perintah-perintahnya dan suka melanggar larangan-larangannya. Setiap orang itu berpagi-pagi, maka ada yang menjual dirinya – kepada Allah – berarti ia memerdekakan dirinya sendiri – dari siksa Allah Ta’ala – dan ada yang merusakkan dirinya sendiri pula – kerana tidak menginginkan keridhaan Allah Ta’ala.” (Riwayat Muslim) (dalam Riyahus sholikhin )”

35) “Hendaklah kalian menanamkan dua sikap kehati-hatian dalam setiap perkara yang hendak kalian kerjakan, karna dizaman sekarang ini satu kehati-hatian  saja tidaklah cukup. kehati-hatian yang pertama digunakan saat kalian melakukan sebuah perkara, sehingga diharapkan dengan kehati-hatian tersebut kalian terhindar dari mudharat dan tidak menimbulkan mudharat keorang lain. dan kehati-hatian kedua digunakan untuk berjaga-jaga, jika suatu saat ada orang lain yang mengerjakan suatu perkara, tanpa didasari dengan sikap kehati-hatian yang bisa menyebabkan terkenanya kemudharatan dari pekerjaan orang tersebut kediri kita ”
(Ustadz Sunarno)

34) “Jika semua yang kita kehendaki terus kita MILIKI, darimana kita belajar IKHLAS.  Jika semua yang kita impika segera TERWUJUD, darimana kita belajar SABAR.  Jika setiap doa kita terus DIKABULKAN, bagaimana kita dapat belajar IKHTIAR

Seseorang yang dekat dengan Allah, bukan berarti tidak ada air mata.  Seseorang yang taat pada Allah, bukan berarti tidak ada kekurangan.  Seseorang yang tekun berdoa, bukan berarti tidak ada masa sulit.  Biarlah Allah yang berdaulat sepenuhnya atas hidup kita, karena Dia tahu yang  tepat untuk memberikan yang terbaik.

Ketika kerjamu tidak dihargai, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KETULUSAN.  Ketikausahamu dinilai tidak penting, maka saat itu kamu sedang belajar KEIKHLASAN.  Ketika hatimu terluka sangat dalam, maka saat itu kamu sedang belajar tentang MEMAAFKAN.  Ketika kamu lelah dan kecewa, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KESUNGGUHAN.  Ketika kamu merasa sepi dan sendiri, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KETANGGUHAN.  Ketika kamu harus membayar biaya yang sebenarnya tidak perlu kamu tanggung, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KEMURAHAN HATI.

Tetaplah SEMANGAT….  Tetaplah SABAR…. Tetaplah TERRSENYUM…. karena kamu sedang menimba ilmu di UNIVERSITAS KEHIDUPAN

Allah menaruhmu di “Tempatmu” yang sekarang, bukan karena KEBETULAN

oraang HEBAT tidak dihasilkan melalui kemudahan, kesenangan dan kenyamanan.  Mereka di bentuk melalui KESUKARAN, TANTANGAN & AIR MATA

Hanya karena cara Allah tidak dapat DIMENGERTI, bukan berarti cara Allah yang SALAH dan caramu sendiri BENAR”  (Dahlan Iskan)

33) “Dari Anas bin Malik dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda: “Tatkala Allah menciptakan bumi, maka bumi bergoncang-goncang, kemudian Allah menciptakan gunung-gunung lalu meletakkannya di atas bumi tersebut sehingga bumi menjadi tenang. Dan para malaikat merasa kagum terhadap kuatnya gunung-gunung tersebut. Mereka berkata; wahai Tuhanku, apakah diantara makhlukmu terdapat sesuatu yang lebih kuat daripada gunung? Allah berfirman: “Ya, api.” Kemudian mereka berkata; wahai Tuhanku, apakah diantara makhlukMu terdapat sesuatu yang lebih kuat daripada api? Allah berfirman: Ya, air. Mereka berkata; wahai Tuhanku, apakah diantara makhlukMu terdapat sesuatu yang lebih kuat daripada air? Allah berfirman: ya, angin. Mereka berkata; wahai Tuhanku, apakah diantara makhlukMu terdapat sesuatu yang lebih kuat daripada angin? Allah berfirman: Ya, anak Adam. Ia bersedekah dengan sebuah sedekah dengan tangan kanannya dan menyembunyikannya dari tangan kirinya.” (HR Tirmidzi)

32) ” Kadang kita merasa sesal dengan sesuatu yang terluput….
Kadang pula kita bersedih karena kesempatan yang terlewat…
Kadang kita merasa sakit karena tak mendapatkan apa yang kita cintai…
padahal kita tak tahu, bahwa kebaikan itu ketika kita tak mendapatkan hal tersebut
” Kamu tidak mengetahui barangkali Allah mengadakan sesudah itu sesuatu hal yang baru.” (Ath Thalaq: 1)”

(Syech Nabil Al-Wadi)

31) ” Amal perbuatan yang sungguh paling berat ada empat;
1. Memberi ampun di saat marah,
2. Suka berderma disaat melarat,
3. Berbuat iffah (menjaga diri) di kesepian,
4. Berkata benar terhadap orang yang ditakuti atau diharapkan jasanya. (Ali bin abi thalib ra) ”

30) “”tidak ada orang yang melakukan kebajikan sebiji sawipun yang tidak akan dihitung, demikian juga sebaliknya, tidak ada orang yang mekukan keburukan sebiji sawipun yang tidak dihitung ” karena semua perbuatan kita pasti akan mendapat hukum dari apa yang kita kerjakan entah itu baik atau buruk. maka kalau hukumnya pasti, yang baik itu baik, mengapa kita tidak tertarik mengambil keuntungan dari sistem yang pasti itu. lakukan yang baik hari ini, sederhana saja, katakan yang baik, bersikap yang baik, lakukan yang baik karena itu pasti. kalau kita melakukan yang baik lalu direndahkan oleh orang lain, itu berarti bagus, berarti kita tengah dijanjikan sesuatu yang besar yang baik nantinya. itu sebabnya kita disuruh untuk membesarkan hal yang baik itu diatas penghinaan, diatas keraguan, diatas penolakan, diatas ketidak percayaan. maka ramahlah kepada orang yang menghina kita, baiklah kepada yang meragukan kita, jadikan mereka yang tidak baik sebagai tujuan dari kebaikan kita. untuk tidak merasa dikecilkan kerena orang lain mengecilkan, jadilah pelayan kebaikan orang , maka lama-lama orang akan tersadar, bahwa kita tidak seburuk yang mereka pikirkan. (mario teguh)”

29) “Kebajikan itu tak kan pernah usang, dosa tak kan pernah dilupakan, sedangkan Allah Maha Pembalas tak kan pernah mati. Lakukanlah apa yang engkau suka. Sebagaimana engkau berperilaku, maka demikianlah balasan yang akan engkau rasakan.” (Abu Qilabah)

28) “”berjuanglah untuk kebaikan dan kebenaran, sepahit dan sesulit apapun. bersatulahdalam jama’ah, sebenci dan sekecewa apapun karna berjama’ah itu lebih baik dari pada sendirian. bangkitlah ketika jatuh , jangan pernah menyerah . peganglaah prinsip kita selama itu benar , bertaushiahlah agar merasa memiliki dan dimiliki, jangan tinggalkan dibelakangmu, tunggulah mereka dengan kesabaran dan keikhlasan  (Hasan Al-Banna)”

27)  “Secara fitrahnya, manusia sebenarnya bencikan kehinaan. Tetapi dengan berbagai keadaan dan peristiwa yang berlaku, tanpa disedari mereka tunduk secara berangsur-ansur. Sedikit demi sedikit mereka menjadi terbiasa di dalam kehinaan. dia ibarat singa yang telah dijinakkan. Namum begitu, jika masih ada unsur kemuliaan yang masih ada didalam jiwanya dan masih mengalir bahang panasnya di dalam darah. Apabila ada sahaja seorang yang menyeru kepada kemuliaan, memanggil kepada kebebasan, membangunkan jiwa yang lena dan menggerakkan semangat yang nyenyak, maka berdenyutlah kemuliaan di dalam jiwanya dan menyalalah bara di dalam sekam.

Bangkitlah semula sifat kemanusiaan di dalam diri manusia, mereka tidak sekali-kali menerima penghinaan. Mereka pun bangkit berjihad dan melihat segala apa yang dihadapinya di dalam jihad itu lebih ringan daripada diperhambakan, malah lebih baik daripada kehidupan kebinatangan. Kehinaan yang menimpa manusia yang disebabkan oleh orang lain atau oleh faktor luaran, cepat sembuh dan mudah dihapuskan. Sebaliknya, jika kehinaan itu
timbul dari dalam diri dan terbit dari hati, itu adalah penyakit yang sangat berbahaya dan merupakan kematian yang tidak disedari.”

26) ” Mempertahankan suatu pencapaian kebaikan bukanlah hal mudah. Tangan kaki terasa begitu ringan terangkat pertama kali , tapi terasa semakin berat pada langkah berikutnya . manusia tidak kuasa untuk mengekekalkan  ke terus menerusan itu dalam dirinya. Perlu kita mengadahkan tangan dengan penuh harap kepada-Nya yang tidak pernah berkurang ketika kita minta. Selanjutnya mari kita minta energy sebanyak-banyaknya untuk hari-hari depan yang insyaAllah akan kita lalui dengan kehendak-Nya.

“ ya Allah, sungguh aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan, kemalasan, sifat pengecut , sifat bakhil , kepikunan dan siksa kubur” (HR Muslim)  “

25) “Hari esok adalah sesuatu yang belum nyata dan dapat diraba, belum berwujud, dan tidak memiliki rasa dan warna. Jika demikian, mengapa kita harus menyibukkan diri dengan hari esok, mencemaskan kesialan-kesialan yang mungkin akan terjadi padanya, memikirkan kejadian-kejadian yang akan menimpanya, dan meramalkan bencana-bencana yang bakal ada di dalamnya? Bukankah kita juga tidak tahu apakah kita akan bertemu dengannya atau tidak, dan apakah hari esok kita itu akan berwujud kesenangan atau kesedihan?  (Dr ‘adih al-Qarni)

24) “Yang sejati itu terdiri dari banyak hati , tetapi mereka menyatukan hatinya menjadi hati yang satu. Membariskan visi dan misi, meletakkan ego pribadi, meratakan kehormatan, menyokong kelemahan,dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan, menjadi perisai dari keburukan dan meletakkan pengertian diatas dasar jalinan persahabatan. Semaian itu menjadi semaian yang menumbuhkan keehangatan didalam eratnya kasih sayang dan dengan semaian itu menjadi ornament-ornament terindah dalam setiap isi hati orang yang mengarungi perjuangan” (Qolbussalam)

1)    kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya ahli kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik. (QS ali-imron(3) ayat 110)

2)     Sekuat-kuat ikatan iman adalah bershahabat karena Allah, bermusuhan karena Allah, cinta karena Allah dan membenci karena Allah. [HR. Thabrani]

3)    Jangan engkau katakan setiap apa yang engkau ketahui tetapi ketahuilah setiap apa yang engkau katakan (Al-hadits)

4)    “Ketahuilah, banyak orang yang berpakaian putih bersih namun ternoda agamanya, berapa banyak orang yang memuliakan dirinya namaun ternyata malah dihinakan oleh dirinya sendiri,ingatlah, segera kau hapus keburukan yang telah lalu dengan kebaikan yang masih baru ”  (Abu Ubaidah ibnul Jarrah)

5)   “seseorang hamba akan senantiasa dalam kebaikanselama dia memilikipenasehat dari dalam dirinya sendiri. danmau mengintropeksi diri merupakanperkara yang paling diutamakan”   (Hasan al Bashri)

6)   “anak adam ibarat papan yang dipasang sebagai sasaran  panah kematian . barang siapa yang dipanah dengan anak panah itu maka tidak akan pernah meleset . dan bila kematian itu telah menginginkan seseorang maka tidak akan menimpa orang yang lain ”

7) “hendaknya setiap orang takut dilaknat oleh hati kaum mukminin, seandainya dia tidak merasa seperti itu. maka ia akan menyendiri dengan maksiat, maka Allah menimpakan kebencian kepadanya di hati orang-orang yang beriman ”  (Abu Darda)

8) “itulah yang diperbuat keimanan. membuka mata dan hati. menumbuhkan kepekaan. menyirai kejelitaan, keserasian dan kesempurnaan. iman adalah persepsi baru  terhadap alam, apresiasi baru terhadap keindahan, dan kehidupan di muka bumi, diatas pentas ciptaan Allah, sepanjang siang dan malam”  (Sayyid Quthb)

9) “mempercayai yang terbaik dalam diri seseorang akan menarik keluar yang terbaik dari mereka berbagi senyum kecil dan pujian sederhana  mungkin saja mengalirkan ruh baru pada jiwa yang nyaris putus asa atau membuat sekeping hati kembali percaya bahwa dia berhak dan layak untuk berbuat baik”  (Salim A Fillah)

10) “Allah akan menjawab semua doa yang ditujukan kepadaNya waluapun Allah tidak selalu menjawab Ya tapi yakinlah semua jawaban yang diberikan Allah kepadamu itu adalah best answer (jawaban terbaik) jika kamu termasuk orang-orang yang yakin”  (Qolbussalam)

11) “Sungguh mengagumkan sekali urusannya orang mukmin itu. Semua urusannya menjadi kebaikan baginya. Dan tidak ada yang mendapatkan demikian itu seseorangpun kecuali orang mukmin. Yaitu Jika mereka  mendapatkan kesenangan, mereka bersyukur. Maka yang demikian itu adalah menjadi kebaikan baginya. Dan apabila mereka ditimpa suatu mushibah, mereka bershabar. Maka yang demikian itu menjadi kebaikan pula baginya”. [HR. Muslim juz 4, hal. 2295]

12) Kehidupan ini ditakdirkan Allah sebagai satu pengembaraan yang jauh yaitu bermula dialam kandungan dan akan berakhir dialam akhirat. Oleh karna itu, Nabi Muhammad saw mengingatkan  dengan sabdanya  :” jadikanlah dirimu didunia ini sebagai musafir, atau orang yang dalam perjalanan “ (HR Ibnu umar)  maka Setiap kita akan memasuki pagi dan petang dalam takaran usia yang tersembunyi  dari pengetahuan kita. Bila kita bisa  untuk melewatkan setiap jenak usia itu dengan amal kebaikan , maka lakukanlah. Tetapi kita tidak akan bisa melakukannya tanpa pertolongan Allah. Maka bergegaslah, menyusuri rentang-rentang  kesempatan yang diberikan jatah usia itu, sebelum umur itu habis memupus segala pekerjaan. (mutiara amaly)”

13) “Keberanian sejati mengenal rasa takut. Dia tahu bagaimana takut kepada yang harus ditakuti. Orang-orang yang tulus menghargai hidup dengan penuh kecintaan. Mereka mendekapnya sebagai permata berharga. Dan mereka memilih waktu serta tempat yang tepat  untuk menyerahkannya. Mati dengan penuh kemuliaan”

14) “Sejatinya, jujur dan ikhlas merupakan perwujudan iman dan islam,penganut agama islam terbagi menjadi 2 yaitu mukmin dan munafiq, keduanya dibedakan oleh kejujuran sebab dasar kemunafiqan adalah kedustaan. Maka tidaklah berlebihan jika Allah menyebut hakikat iman selalu disandingkan dengan kejujuran” (ibnu Taymiyyah)

15) “Di dunia ini, dari banyaknya jumlah manusia hanya sedikit saja dari mereka yang sadar. Dari sedikit yang sadar itu hanya sedikit yang ber-Islam. Dari sedikit yang ber-Islam itu hanya sedikit yang berdakwah. Dari mereka yang berdakwah lebih sedikit lagi yang berjuang. Dari mereka yang berjuang sedikit sekali yang bersabar. Dan dari mereka yang bersabar hanya sedikit sekali dari mereka yang sampai akhir perjalanan”(-Hasan Al Banna –)

16) “Ya Allah, jadikan diruang hatiku cahaya jadikan dilisanku cahaya jadikan dalam pendengaranku cahaya jadikan penglihatanku cahaya dan jadikan dari depanku cahaya jadikan dari atasku cahaya dan jadikan dari bawahku cahaya Ya, Allah karuniakan padaku cahaya”
(-HR Muslim –)

17)  “Perencanaan yang Mahakuasa (Allah) lebih baik untuk kita dari perencanaan kita sendiri, dan Dia bisa mencabut dari apa yang kita minta untuk menguji kesabaran kita. Jadi biarkan Dia melihat dari kesabaran kita yang telah ditentukan dan kita akan segera melihat dari-Nya apa yang akan memberi kita sukacita dan ketika kita telah membersihkan jalan menjawab (permohonan) dari noda dosa dan sadar tentang apa yang telah Dia pilihkan untuk kita, maka segala sesuatu yang terjadi kepada kita adalah lebih baik untuk kita. apakah kita diberi atau dicabut dari apa yang telah kita pinta. “

—————- (Imam Ibnu Al Jauzi) ———————-

18) “aku adalah penjajah yang mencari kebenaran, mencari manusia untuk sebuah makna kemanusiaan dan mencari martabat,kebebasan,stabilitas dan kesejahteraan di bawah naungan islam. aku adalah orang bebas yang sangat menyadari arti tujuan keberadaanku dan aku menyatakan ” sesungguhnya ibadahku,pengorbananku,hidupku dan matiku semua hanya untuk Allah , tuhan semesta alam yang tidak ada tuhan selain Dia. aku diperintahkan untuk menjadi orang-orang yang tunduk kepada kehendak-Nya. dan saksikanlah itulah Aku, lalu siapa kamu?”  (Hasan Al-Banna)

19) “Maka iman akan mengalir  keseluruh bagian dan persendian tubuhnya, mengikuti semua lekukan dan belokannya. keimanan  memancarkan cahaya, memancarkan kehidupan, memancarkan kebersihan, memancarjan kesucian, memancarkan kesadaran, memancarkan cita-cita dan memancarkan motivasi untuk berbuat baik hingga menyumbangkan yang terbaik” (Salim A Fillah)

19)  “Apabila kamu merasa letih karena berbuat kebaikan maka sesungguhnya keletihan itu akan hilang dan kebaikan yang dilakukan itu akan terus kekal dan sekiranya kamu berseronok dengan dosa maka sesungguhnya keseronokan itu akan hilang dan dosa yang dilakukan akan terus kekal” ( ali bin abi thalib)

20) “Bila engkau memandang segalanya dari Tuhanmu Yang menciptakan segalanya Yang menimpakan ujian Yang menjadikan sakit hatimu Yang membuat keinginanmu terhalang Serta menyusahkan hidupmu Pasti akan damailah hatimu. Karena masakan Allah sengaja mentakdirkan segalanya Untuk sesuatu yang tidak sia-sia Bukan karena Allah tidak tahu derita hidupmu. Ataupun retaknya hatimu, Tapi mungkin itulah yang dia mau karena dia tahu Tapi yang sebeginilah yang lebih baik Agar hamba ituMudah untuk dekat dan akrab dengaNya”

21) “Jadikan cinta utama kita berhenti kepada ketaatan kepada Allah , meloncati rasa suka dan tak suka, karena kita tahu mentaati Allah dalam hal yang tak kita sukai , adalah kepayahan,perjuangan dan kegelimangan pahala yang agung, karen sering kali ketidak sukaan kita hanyalah bagian dari ketidak tahuan kita terhadap rencana mulia Allah “

22) “Sesungguhnya kerusakan hati itu ada 6 hal. 1), sengaja berbuat dosa karena masih ada harapan untuk bertaubat, 2)mengajarkan ilmu pengetahuan tapi tidak mengamalkannya, 3) ketika mengamalkannya tidak ikhlas 4) makan rejeki dari Allah tetapi tidak mau mensyukurinya 5) tidak pernah puas dengan pemberian Allah  dan ke 6) mengebumikan jenazah tetapi tidak pernah mengambil perlajaran dari peristiwa itu” (Hasan Al Bashri RA)

23) “kalau Allah yang bertakhta di dalam hati dan jiwamu, maka seluruh diri dan tubuhmu hanya cenderung kepada yang baik-baik saja. Tidak suka marah, tidak suka buruk sangka, tidak suka mengumpat, tidak suka memfitnah,tidak suka mencelakakan orang, tapi suka menolong, suka memaafkan, suka berjuang dijalannya . Itulah kehendak Allah untuk memuliakan orang yang menjadikanNya penunjuk kehidupan dan jiwamu ketika itu yang dekat dengan Allah akan tunduk pada kehendak-Nya”

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: